Kemudian di Rute Tol sebagai tes kecepatan tinggi yang konstan (kecepatan rata-rata 90 km/jam) Changan Lumin meraih 8,54 km/kWh.
Menariknya, kecepatan maksimal Changan Lumin terhitung rendah
Changan Lumin punya 2 mode berkendara: Eco dan Sport. Di mode Eco, topspeed-nya ‘cuma’ 84 km/jam dan di Sport mentok di 110 km/jam.
Baca Juga: Changan Beberkan Persiapan Mudik Pakai Mobil Listrik Agar Perjalanan Aman
Praktis di rute Tol ini kami harus memakai mode Sport meski sedang menguji efisiensi energi.
Btw soal topspeed yang terbatas, jelas bukan masalah karena toh Changan Lumin fitrahnya adalah mobil kota sehingga tak perlu terlalu kencang.
Kemudian di rute Kombinasi dengan average speed 50 km/jam, Lumin meraih 9,1 km/kWh dan itu cukup bagus.
Jika disimpulkan, mengacu pada rute Dalam Kota sebagai rute teririt dan habitat utamanya, maka dikali kapasitas baterai 28,08 kWh jarak tempuh riilnya adalah 272,3 km.
Figur ini lebih pendek dari klaim namun harus diakui, untuk mobil perkotaan range 270-an km itu sudah cukup jauh.
Atau setidaknya sudah lebih jauh dari klaim Wuling Air ev Lite Standard Range di 200 km dan VinFast VF3 di 215 km.