Kuota Pertalite Bakal Tertekan, Diprediksi Harganya Bakal Naik?

Hendra - Senin, 30 Maret 2026 | 13:33 WIB

Penggunaan BBm non subsidi akan berkurang berganti ke BBM subsidi

"Sementara yang namanya Pertalite itu kan BBM yang disubsidi yang berasal dari APBN," bilangnya. 

Semakin tinggi permintaan akan Pertalite maka semakin tinggi pula subsidi yang diberikan.

"Kalau perang semakin lama dan harga minyak mentah tetap bertahan di atas 100 US Dollar per barrel, pasti jebol APBN untuk subsidi," jelasnya. 

Pilihannya, mengalokasikan dan menghemat anggaran dari sektor lain untuk digunakan membiayai subsidi BBM.

"Atau terpaksa pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi supaya APBN tidak terkuras. Itu kemungkinannya," bilang Riyanto

Jika pilihan menaikkan harga BBM subsidi, Riyanto memprediksi berada di angka Rp 11.500 per liter atau Rp 12.000 per liter.

"Sehingga jarak harga antara BBM subsidi dan non subsidi tidak terlalu jauh. Sehingga konsumen tetap berpikir untuk membeli bbm non subsidi karena kualitas lebih bagus," tutupnya.  

YANG LAINNYA