MotoGP Brasil 2026 Dipenuhi Gangguan, Kondisi Trek Jadi Obrolan Panas

Ferdian - Jumat, 27 Maret 2026 | 12:45 WIB

Ilustrasi balap MotoGP di Seri Brasil 2026

GridOto.com - Promotor MotoGP Brasil angkat bicara terkait beberapa masalah yang muncul pada sirkuit saat balapan berlangsung akhir pekan lalu.

Mereka menjelaskan kalau peningkatan fasilitas telah dilakukan sesuai standar Federasi Balap Motor Internasional (FIM).

Meski demikian, jalannya balapan tidak sepenuhnya mulus.

Sejumlah masalah pada lintasan terjadi sepanjang tiga hari penyelenggaraan, yang pada akhirnya membuat balapan utama harus dipersingkat.

Pada hari Jumat, sesi latihan sempat tertunda dan durasinya dikurangi karena hujan deras yang menyebabkan genangan, diduga karena sistem drainase tidak berfungsi optimal.

Masalah lain juga muncul pada Sabtu saat ditemukan lubang (sinkhole) di lintasan lurus utama.

Kondisi ini memaksa Sprint Race MotoGP ditunda, sekaligus mengganggu sesi kualifikasi Moto2 dan Moto3, sebelum dilakukan perbaikan darurat.

Situasi kembali berubah pada Minggu. Panitia memutuskan mengurangi jumlah lap balapan MotoGP dari 31 menjadi 23 lap karena kondisi lintasan yang mulai mengalami penurunan kualitas, khususnya di tikungan 11 dan 12.

Baca Juga: Pembalap MotoGP Banyak Luka Memar Setelah Balap di MotoGP Brasil

Dalam pernyataan resminya, pihak MotoGP Brasil menjelaskan bahwa mereka telah bekerja maksimal dengan dukungan pemerintah Goiás untuk menghadirkan infrastruktur terbaik, baik di lintasan maupun fasilitas pendukung, demi menunjang performa pembalap dan tim.

Mereka juga menyebut proses pengaspalan ulang dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli berpengalaman, termasuk profesional yang memiliki lisensi di ajang Formula 1, serta menggunakan teknologi terkini.

Selain itu, fasilitas pit baru dan berbagai perangkat modern juga telah dipasang.

Namun, mereka mengakui adanya kendala tak terduga.

Hujan deras menyebabkan sistem saluran air di bawah lintasan mengalami kerusakan di salah satu titik, sehingga memicu masalah pada permukaan trek.

Meski begitu, perbaikan cepat dilakukan agar balapan tetap bisa dilanjutkan.

Sementara itu, kerusakan yang terjadi di tikungan 12 pada hari Minggu disebut dipicu oleh suhu tinggi serta masalah dalam proses aplikasi lapisan aspal, yang menyebabkan permukaan lintasan cepat mengalami degradasi.

Pihak penyelenggara menyatakan tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai masalah yang muncul dan akan bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk melakukan perbaikan sebelum MotoGP kembali digelar di sana pada 2027.

Baca Juga: Toprak dan Miller Keteteran di Sprint MotoGP Brasil, Dua Hal Ini Biang Masalahnya

Menukil Crtash.net, Sirkuit Goiania sendiri baru kembali menjadi tuan rumah balapan motor kelas dunia setelah terakhir kali menggelar grand prix pada 1989.

Meski sejumlah kendala masih bisa dimaklumi pada event yang baru kembali digelar, munculnya tiga masalah berbeda terkait permukaan lintasan dalam tiga hari dinilai cukup tidak biasa.

Jika seluruh pekerjaan memang telah memenuhi standar FIM, maka kondisi ini juga memunculkan pertanyaan mengenai ketatnya proses homologasi yang diterapkan.

Di luar persoalan lintasan, beberapa pembalap juga mengeluhkan keputusan panitia yang tidak menunda start balapan meski jumlah lap dikurangi.

Hal ini membuat mereka, terutama yang berada di posisi belakang, tidak memiliki cukup waktu untuk mengganti ban belakang.

YANG LAINNYA