Mencekam, Filipina, Bangladesh dan Korsel Umumkan Darurat Energi dan Krisis BBM

Irsyaad W - Kamis, 26 Maret 2026 | 15:00 WIB

Antrean panjang pengisian BBM di SPBU kota Dhaka, Bangladesh

Baca Juga: Efisiensi BBM, ASN Pemkot Malang Diperintah Ke Kantor Naik Sepeda Onthel

Pembelian mencakup produk minyak olahan dan liquefied petroleum gas atau LPG, gas minyak cair.

Ketergantungan impor menjadi masalah utama. Hampir seluruh minyak mentah Filipina berasal dari Timur Tengah, dan Arab Saudi menjadi pemasok utama.

Presiden Marcos menyebut cadangan minyak nasional berada di kisaran 45 hari.

Sementara Bangladesh menghadapi situasi berbeda. Krisis bahan bakar minyak memicu antrean panjang di SPBU.

Kekacauan muncul di berbagai wilayah. Pasokan dinilai tidak mampu mengejar lonjakan permintaan.

Asosiasi pemilik SPBU menyampaikan kekhawatiran serius. Operasional terancam dihentikan jika situasi tidak membaik.

"Jumlah pasokan harian jelas tidak memadai dibandingkan permintaan yang ada," bunyi pernyataan asosiasi dikutip dari The Economic Times, (26/3/26).

Antrean panjang berdampak luas. Jutaan pengguna motor harus menunggu berjam-jam. Warga kelelahan dan frustrasi.

Tekanan juga dirasakan pekerja SPBU. Mereka harus melayani tanpa henti dan menghadapi potensi konflik dengan konsumen.

YANG LAINNYA