GridOto.com- Pencapaian Veda Ega Pratama mencapai podium ke-3 kelas Moto3 bukanlah perjalanan pendek.
Jika diurut dari sejak pertama kali Indonesia tampil di ajang balap motor dunia GP, capaian ini butuh 30 tahun lamanya.
Perjalanan ini bisa ditilik sejak tahun 1996 ketika Indonesia pertama kalinya mengadakan GP Motor di Sentul.
Saat itu, Petrus Canisius dan Ahmad Jayadi merupakan pembalap wild card karena Indonesia menjadi penyelenggara GP.
Keduanya lolos kualifikasi dan tampil di kelas GP125 (kini Moto3).
Jayadi sendiri finish di posisi ke-27, sementara di tahun berikutnya ia tidak finish karena terjatuh.
Lama Indonesia vakum di ajang GP Motor, baru kemudian pembalap Yamaha Doni Tata Pradipta muncul.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Ukir Sejarah di Moto3 Brasil 2026, Taktik Hemat Ban Jadi Senjata
Ia memulai sebagai wildcard di kelas 125cc pada GP Malaysia 2005 dan 2006.
Pada 2008, ia berkompetisi penuh di kelas 250cc dan kembali ke Moto2 pada 2013 bersama tim Federal Oil Gresini Moto2.
Kemudian, Rafid Topan Sucipto, berlaga penuh di kelas Moto2 pada musim 2013 bersama tim QMMF Racing Team.
Estafet balap motor di MotoGP dilanjutkan Dimas Ekky Pratama.
Pembalap Honda Team Asia ini berkompetisi secara penuh di kelas Moto2 pada musim 2019.
Dilanjutkan Andi Gilang yang tampil penuh di Moto2 pada 2020 dan Moto3 pada 2021 bersama Astra Honda Racing Team.
Kemudian, Mario Aji yang memulai karier di Moto3 pada 2022.
Mario naiik kelas Moto2 pada musim 2024-2026 bersama Honda Team Asia.
Di seri kedua Moto2 Sirkuit Ayrton Senna, Brasil Minggu (22/3) Mario finis di posisi ke-13.
Selamat untuk Veda Ega!