Sering Dicaci Pengendara dari Lawan Arah? Mungkin Kamu Salah Kaprah Pakai Lampu Jauh, Gini Etikanya

Dida Argadea - Minggu, 22 Maret 2026 | 16:30 WIB

Ilustrasi penggunaan lampu jauh

GridOto.com - Pasti Sobat Grid Oto pernah merasa silau luar biasa sampai pandangan gelap sesaat saat berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan kan?

Kemungkinan besar, pengendara dari arah berlawanan itu sedang melakukan salah kaprah yang fatal, yaitu menyalakan lampu jauh terus-menerus.

Harus diakui di lapangan memang masih banyak pengendara motor yang menganggap lampu jauh adalah lampu utama yang harus selalu aktif agar jalanan terlihat sangat terang.

Jangan-jangan Sobat GridOto juga salah satunya nih?

Jadi gini Sob, penggunaan lampu jauh alias high beam secara sembarangan bukan cuma soal kenyamanan, tapi urusan nyawa di jalan raya.

Lampu jauh dirancang dengan jangkauan cahaya yang lebih tinggi dan intensitas cahaya lebih terang untuk membantu visibilitas di area yang sangat gelap.

Selain itu, fungsi lampu jauh juga bisa sebagai sarana komunikasi antar-pengendara dengan memberi isyarat berupa kedipan.

Tapi fungsinya hanya sebatas itu, dan tidak dibenarkan secara etika untuk menyalakan lampu jauh secara terus-menerus.

Hal itu seperti yang pernah dijelaskan oleh Oke Desiyanto selaku Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah.

"Lampu jauh memang bisa berdampak untuk cari aman dengan memperpanjang jarak jelajah cahaya saat berkendara di malam hari, tapi harus tetap ikuti etika berkendara yang benar," kata Oke.

YANG LAINNYA