Buat Mudik, Ini Perbedaan Tipe EV Charger Sesuaikan Kapasitas Baterai

Hendra - Selasa, 17 Maret 2026 | 21:55 WIB

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di SPBU

GridOto.com- Dipastikan penggunaan mobil listrik atau electric vehicle saat mudik Lebaran tahun ini meningkatkan. 

Karenanya, perluasan infrastruktur pengisian daya didorong PT PLN (Persero) bersama berbagai mitra.

Masih banyak pengguna yang belum memahami perbedaan jenis charging station yang tersedia serta kesesuaiannya dengan kapasitas baterai kendaraan.

Gregorius Adi Trianto, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN menyampaikan pihaknya tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur.

Akan tetapi pada edukasi masyarakat mengenai cara penggunaan yang tepat.

“Dengan memahami jenis charging station yang tersedia, pengguna dapat mengoptimalkan proses pengisian daya sesuai kebutuhan mobilitas mereka,” ujar Gregorius.

Seperti diketahui umumnya kapasitas baterai mobil EV yang beredar di Indonesia berkisar antara 17 Kwh hingga 100 Kwh

Sebagai contoh Hyundai Ioniq 6 Signature Long Range memiliki kapasitas baterai 77,4 Kwh dan mampu memiliki daya jelajah 519 km ke atas.

Atau Wuling Air EV Lite yang memiliki kapasitas baterai 17,3 Kwh. 

Secara umum, menurut Gregorius terdapat empat jenis charging station yang dapat digunakan oleh kendaraan listrik sesuai dengan kapasitas daya dan kebutuhan pengisian baterai.

Baca Juga: Mudik Tenang Naik Mobil Listrik, Ini Daftar Lokasi SPKLU AC dan DC di Tol Trans Jawa

1. Standard Charging

Tipe ini merupakan metode pengisian daya menggunakan arus bolak-balik atau alternating current (AC) dengan kapasitas 7 kW ke bawah.

Proses pengisian daya dengan metode ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 12 jam, tergantung pada kapasitas baterai kendaraan.

Jenis pengisian ini paling banyak digunakan di rumah (home charging) dan cocok untuk kendaraan listrik dengan kapasitas baterai kecil seperti Wuling Air EV maupun kendaraan plug-in hybrid.

2. Medium Charging

Medium Charging juga menggunakan arus AC dengan kapasitas daya antara 7 kW hingga 22 kW.

Dengan kapasitas yang lebih besar, waktu pengisian daya dapat berlangsung sekitar 2 hingga 4 jam.

Fasilitas ini umumnya tersedia di kantor, pusat perbelanjaan, atau area parkir publik, sehingga cocok digunakan ketika kendaraan diparkir dalam waktu beberapa jam.

"Pengisian daya jenis ini biasanya menggunakan perangkat wallbox charger," ungkap pria yang berkantor di bilangan Blok M, Jakarta Selatan .

3. Fast Charging

Fast Charging menggunakan arus searah atau direct current (DC) dengan kapasitas daya lebih dari 22 kW hingga 50 kW.

Dengan teknologi ini, pengisian daya baterai kendaraan listrik dapat mencapai hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 hingga 60 menit.

Fasilitas ini biasanya tersedia di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan sangat cocok digunakan saat perjalanan jarak jauh atau di lokasi dengan mobilitas kendaraan yang tinggi.

4. Ultra Fast Charging

Ultra Fast Charging juga menggunakan arus DC dengan kapasitas daya di atas 50 kW.

Dengan kapasitas tersebut, pengisian daya kendaraan listrik dapat dilakukan dalam waktu sekitar 10 hingga 20 menit.

Jenis pengisian ini sangat ideal bagi kendaraan listrik dengan kapasitas baterai besar yang membutuhkan pengisian cepat selama perjalanan.

YANG LAINNYA