GridOto.com - Makin mendekati Lebaran kepadatan arus mudik pun mulai terasa di beberapa titik.
Untuk itu Jasa Marga pun melakukan langkah strategis dengan membuka sejumlah ruas tol secara fungsional.
Ruas tol yang dibuka secara fungsional selama momen mudik Lebaran 2026 di antaranya ada Tol Solo–Yogyakarta yang kini diperpanjang dari Prambanan hingga Purwomartani.
Perjalanan via jalur ini diprediksi bisa memangkas waktu tempuh dari Klaten ke Jogja dari hampir satu jam menjadi hanya sekitar dua puluh menit.
Berikutnya dibuka juga ruas Tol Probolinggo–Situbondo yang kini menjangkau hingga Situbondo Barat sepanjang hampir lima puluh kilometer.
Tol Jakarta–Cikampek II Selatan segmen Sadang ke Setu juga turut dibuka untuk mengurai kepadatan di sekitar KM 66 dari arah Bandung.
Terakhir, ada jalur pendek namun krusial di Tol Yogyakarta–Bawen ruas Ambarawa ke Bawen, yang juga siap dioperasikan guna menghindari kemacetan legendaris di pusat Kota Ambarawa.
"Pengoperasian keempat ruas tol fungsional ini merupakan langkah strategis Jasa Marga dalam mengoptimalkan kapasitas jaringan jalan tol nasional selama periode mudik Lebaran, sekaligus mengurangi beban lalu lintas pada ruas-ruas eksisting yang selama ini menjadi titik kepadatan agar arus lalu lintas tetap lancar dan terjaga," ujar Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono.
Aturan Main Lewat Tol Fungsional
Baca Juga: Mudik Lebaran Bisa Ngebut, Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Dibuka Gratis
Meski ada ruas tol baru yang dibuka, tapi perlu diingat bahwa jalur ini masih berstatus fungsional.
Maka dari itu, ada sejumlah "aturan main" bagi para pemudik yang berencana melewati jalur ini, karena status fungsional punya sejumlah keistimewaan yang harus diwaspadai.
Mengutip Buku Saku PT Jasa Marga (Persero) Tbk Edisi 2-2022, jalan tol fungsional merupakan jalur darurat yang bisa dibuka secara sementara untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.
Pembukaannya dilakukan di waktu tertentu dengan melihat kondisi dan pelaksanaan konstruksinya di lapangan.
Hal itu juga pernah dijabarkan oleh Ria Marlinda, yang pada saat diwawancara GridOto.com beberapa waktu lalu, menjabat VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa.
"Jalan tol fungsional adalah jalan tol yang belum selesai sepenuhnya atau belum memenuhi semua syarat untuk dioperasikan secara penuh, tetapi sementara digunakan untuk mendukung arus lalu lintas tertentu, biasanya saat periode mudik atau liburan panjang," kata Ria via sambungan telepon.
Karena pembangunannya yang belum selesai seratus persen atau belum memenuhi syarat operasional penuh, maka melewati ruas ini pun tidak akan ditarik biaya sepeser pun.
Tapi ingat, fasilitas yang ada di tol fungsional masih sangat minim, seperti belum adanya lampu penerangan jalan, rest area, hingga gerbang tol permanen.
Agar perjalanan mudik lancar, ada sejumlah hal wajib dipatuhi di sepanjang tol fungsional.
Umumnya, akan ada batas kecepatan maksimal di angka 40 kilometer per jam saja, karena kondisi aspal atau beton yang mungkin belum sesempurna tol biasa.
Mengecek kondisi kendaraan secara menyeluruh sebelum masuk ke jalur ini juga wajib hukumnya, mengingat fasilitas bantuan darurat mungkin tidak secepat di tol yang sudah dibuka secara penuh.
Selain itu, jalur fungsional biasanya hanya efektif digunakan pada siang hari karena lampu penerangan yang masih minim.
Pastikan sudah mengatur jadwal perjalanan agar tidak terjebak di jalur ini saat hari sudah mulai gelap.
Terakhir, selalu ikuti arahan petugas di lapangan dan pantau rambu darurat yang dipasang demi keselamatan.