Honda Rugi Hampir Rp 267 Triliun, Proyek Tiga Mobil Listriknya Dibatalkan

Irsyaad W - Senin, 16 Maret 2026 | 18:00 WIB

Honda 0 Alpha

GridOto.com - Honda Motor Co., Ltd. (Honda) mengumumkan kerugian besar akibat salah strategi terkait pengembangan mobil listrik mereka.

Total kerugian yang diderita mencapai 15,7 miliar dollar AS atau setara hampir Rp 267 triliun (kurs Rp 17.000).

Ini menjadi kerugian tahunan pertama bagi Honda dalam hampir 70 tahun sejarahnya menjadi perusahaan yang terdaftar di bursa saham pada tahun 1957.

Melansir siaran resmi di global.honda, mereka akan membatalkan rencana tiga model listrik barunya, yaitu Honda 0 SUV, Honda 0 Saloon dan Acura RSX yang awalnya akan diproduksi di Amerika Serikat.

Produsen mobil Jepang itu terkena dampak biaya restrukturisasi hingga 15,7 miliar dollar AS yang terkait dengan bisnis kendaraan listriknya.

Prinsipal Jepang menilai, jika nekat memulai produksi dan penjualan ketiga model di atas, kemungkinan akan mengakibatkan kerugian lebih lanjut dalam jangka panjang.

CEO Honda, Toshihiro Mibe mengatakan dalam konferensi pers bahwa permintaan kendaraan listrik telah turun tajam, sehingga sangat sulit untuk mempertahankan profitabilitas.

"Profitabilitas bisnis otomotif Honda saat ini menurun terutama karena pertama dampak negatif perubahan kebijakan tarif AS terhadap bisnis kendaraan bensin dan hibrida dan kedua penurunan daya saing produk Honda di Asia akibat dampak alokasi sumber daya yang lebih banyak untuk pengembangan kendaraan listrik," terangnya dikutip dari arabianbusinness.com.

Imbas dari kerugian besar ini, beberapa pejabat tinggi Honda dengan sukarela mengembalikan sebagian dari kompensasi eksekutif bulanan mereka untuk tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2027.

Lebih jauh, Honda juga menurunkan nilai bisnisnya di China, karena kesulitan bersaing dengan musuhnya, seperti BYD yang menawarkan kendaraan yang lebih canggih dan berbasis perangkat lunak.

Baca Juga: Teknologi Masa Depan Honda 0 Alpha Jadi Sorotan, Indonesia Berpeluang Kebagian?

Honda
penampakan Honda 0 Saloon Concept

Honda hanyalah salah satu dari sekian banyak produsen mobil tradisional yang mengalami kerugian miliaran dolar akibat mengejar strategi kendaraan listrik (EV), bergabung dengan perusahaan-perusahaan seperti General Motors, Ford, dan Stellantis.

General Motors telah memperingatkan kerugian sebesar 7,6 miliar dollar AS, sementara Stellantis memperkirakan 25 miliar dollar AS dan Ford 19 miliar dollar AS.

"Pelanggan lebih menghargai fitur berbasis perangkat lunak yang akan terus berkembang sesuai dengan preferensi pelanggan daripada fitur perangkat keras, seperti efisiensi bahan bakar dan ruang kabin" sambung Toshihiro Mibe.

Dalam hasil keuangan konsolidasi untuk tahun fiskal berjalan, Honda memperkirakan akan mencatat beban operasional sebesar 820 miliar yen hingga 1,12 triliun yen dan bagian kerugian investasi yang dicatat menggunakan metode ekuitas sebesar 110 miliar yen hingga 150 miliar yen.

Selain itu, Honda memperkirakan akan mencatat kerugian khusus sebesar 340 miliar hingga 570 miliar yen dalam hasil keuangan non-konsolidasi untuk tahun fiskal yang sama.

Selain itu, pada tahun fiskal berikutnya atau setelahnya, pengeluaran atau kerugian tambahan mungkin akan terjadi sehubungan dengan penilaian ulang strategi elektrifikasi otomotif yang disebutkan di atas.

Jika digabungkan dengan kerugian yang akan dicatat pada tahun fiskal berjalan, total kerugian diperkirakan maksimal mencapai 2,5 triliun yen atau 15,7 miliar dollar AS atau setara hampir Rp 267 triliun.

Honda sedang mengevaluasi kembali alokasi sumber dayanya di AS dan bertujuan untuk lebih memperkuat model hibridanya.

Selain pasar utamanya, yaitu Jepang dan AS, Honda mengatakan akan meningkatkan jajaran model dan daya saing harga di India, di mana ekspansi pasar diperkirakan akan terjadi.

Di negara-negara Asia lainnya, Honda akan berupaya meningkatkan daya saingnya dengan memperkenalkan model hibrida generasi berikutnya dan menilai kembali alokasi sumber dayanya.

Honda
penampakan Honda 0 SUV Concept

YANG LAINNYA