Walau Banderol Produknya Turun, Honda Klaim Tak Terlibat Perang Harga

Naufal Shafly - Senin, 16 Maret 2026 | 12:00 WIB

Honda WR-V RS with Honda Sensing dapat pembaruan di IIMS 2026.

GridOto.com – PT Honda Prospect Motor (HPM) menolak disebut terlibat dalam perang harga di pasar otomotif nasional, meskipun beberapa model terbarunya hadir dengan banderol lebih terjangkau.

Buat yang belum tahu, Honda meluncurkan WR-V terbaru pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.

Menariknya, meski mendapat sejumlah pembaruan, harga WR-V terbaru justru turun sekitar Rp 6 jutaan dibandingkan model sebelumnya.

Adapun penyegaran pada WR-V meliputi beberapa perubahan di sektor eksterior seperti desain gril, bumper, handle pintu, hingga pelek roda.

Tidak hanya itu, bagian interior juga mendapat sentuhan baru, termasuk desain dasbor, head unit berukuran 10,25 inci dengan konektivitas ponsel, serta kehadiran port USB-C di baris pertama.

Jika kita tarik mundur, strategi menghadirkan model baru dengan harga lebih kompetitif sebenarnya bukan kali pertama dilakukan Honda.

Sebelumnya, pabrikan asal Jepang tersebut juga menerapkan pendekatan serupa pada Honda HR-V yang harganya turut mengalami penyesuaian setelah mendapat pembaruan.

Terkait hal ini, Sales & Marketing and Aftersales Director HPM, Yusak Billy, mengatakan strategi tersebut bukanlah bagian perang harga.

Menurutnya, penyesuaian harga lebih dipengaruhi oleh upaya efisiensi internal, serta peningkatan produktivitas di sisi produksi.

Baca Juga: Tren Perang Harga dan Bikin Varian Murah, Begini Komentar Mitsubishi

Rayhan Haikal/GridOto.com
Secara desain, Honda WR-V terbaru dapat sentuhan warna baru dan desain bumper depan dan belakang baru.

“Enggak. Itu kami melakukan banyak efisiensi, produktifnya ditingkatkan, jadi kami memperkenalkan lebih supaya konsumen bisa lebih ringan, lebih mudah memiliki kendaraan Honda,” jelas Billy di Sunter, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Billy menjelaskan bahwa penentuan harga produk selalu mempertimbangkan perkembangan pasar serta kebutuhan konsumen.

“Ya kami perhatikan terus ya perkembangan pasar seperti apa, jadi apa yang dibutuhkan oleh konsumen, nilai lebihnya seperti apa, harganya seperti apa, kami monitor terus menyesuaikan apa yang dibutuhkan oleh konsumen,” ujar Billy.

Dengan strategi tersebut, Honda berharap semakin banyak konsumen yang dapat menjangkau produk-produknya tanpa harus mengorbankan fitur maupun pembaruan yang diberikan pada model terbaru.

YANG LAINNYA