GridOto.com - Salah satu produk yang membuat heboh publik adalah Suzuki Jimny. Buatan
asli Jepang dan mengusung nilai historis.
Tak heran, setelah dirilis dengan harga Rp 328 juta untuk yang single tone AT pada Juli 2018, harga melambung dengan “gorengan” matang.
Kalau Februari 2026 ini masih tertera harga tertinggi Rp 502 juta, percayalah harga di dealer pernah ditawarkan tembus Rp 525 juta.
Tapi itulah perceived value yang diterima para penggemarnya. Sebab, harga Rp 500 juta tak membuatnya dijauhi konsumen.
Justru sebaliknya, ambil sekarang dengan warna apapun ketimbang menunggu bertahun-tahun
lagi. Begitu narasi yang beredar beberapa tahun silam.
Namun Suzuki Jimny akhirnya punya batasan. Sekuat-kuatnya nilai yang ditawarkan, harus berhadapan dengan pasar yang lebih umum.
Jika di awal kemunculannya diburu penggemar, sekarang harus dijajakan tak ubahnya mobil harian.
Bahkan untuk varian Jimny 5 pintu, yang diproduksi di India, sampai ada stok tahun lalu yang
tersisa dan dijual dengan potongan harga tinggi.
Meski term and condition-nya menyaring ketat, tapi sebuah Jimny masih punya stok lama dan
ditawarkan dengan diskon, tentu bagai mencoreng marwahnya sebagai mobil yang punya kelas
tersendiri.
Baca Juga: Jadi Buruan Banyak Orang, Seirit Ini Konsumsi BBM Suzuki Jimny 5 Doors