Dikutip dari laman resmi perusahaan, Jasa Marga menggenggam saham paling banyak di tol sepanjang 75 kilometer ini, yakni sebesar 44,18 persen.
Pemegang saham terbesar di PT Jasamarga Semarang Batang adalah Kings Bless Limited atau KBL sebanyak 39,77 persen.
KBL adalah perusahaan yang berbasis di Hong Kong dan merupakan anak usaha dari Road King Infrastructure Limited (Road King Expressway), sebuah perusahaan investasi properti dan infrastruktur.
Perusahaan Hong Kong ini membeli saham PT Jasamarga Semarang Batang dari Waskita Karya yang melakukan divestasi asetnya pada 2022.
Pemegang saham saham ketiga di PT Jasamarga Semarang Batang yakni PT Lintas Marga Jawa dengan porsi kepemilikan 16,05 persen.
Baca Juga: Update Tarif Tol Semarang-Batang Terbaru, dari Batang ke Kalikangkung Bayar Segini
Perusahaan ini juga tercatat memiliki saham di PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri.
Sebagai info, Tol Batang-Semarang beroperasi mulai dari Gerbang Tol Kandeman sampai dengan Gerbang Tol Kalikangkung sejak 21 Desember 2018.
Tol Batang-Semarang dibangun dengan struktur perkerasan beton atau rigid pavement dengan dua lajur untuk masing-masing arah.
Jalan tol ini memiliki 4 rest area, terdiri dari 3 rest area tipe A dan 1 rest area tipe B.
Rest area tipe A adalah rest area dengan fasilitas masjid, toilet, rumah makan, SPBU dan area parkir yang dapat menampung minimal 100 kendaraan.
Sedangkan rest area tipe B merupakan rest area yang lebih kecil dilengkapi dengan musholla, toilet, pujasera dan area parkir minimal untuk 25 kendaraan.
Rest area tersebut terdapat pada KM 379A (tipe A), KM 391A (tipe B), KM 389B (tipe A) dan KM 360B (tipe A).
Ada empat gerbang tol (GT) di Tol Semarang-Batang antara lain SS Krapyak, SS Kendal Kaliwungu, SS Weleri, KIT Batang dan SS Kandeman.