Kejutan di Launching Bridgestone Potenza Adrenalin RE005 di Thailand

Dwi Wahyu R. - Kamis, 12 Maret 2026 | 06:14 WIB

Kejutan di Launching Bridgestone Potenza Adrenalin RE005 di Thailand

GridOto.com - Bridgestone Indonesia mengundang kami ke markas besar mereka di Thailand buat menyaksikan langsung peluncuran generasi terbaru dari keluarga Potenza, yaitu Adrenalin RE005.

Potenza Adrenalin RE005 merupakan evolusi terkini dari lini ban sport premium andalan Bridgestone yang sudah hadir sejak 2007.
Enggak terasa ya sudah 19 tahun keluarga Potenza Adrenalin hadir, mulai dari RE001 (2007), RE002 (2011), RE003 (2015), dan RE004 (2020).

Sebelum menghadiri seremoni peluncuran (5/3/26), yang mengejutkan kami diajak melihat laboratorium rahasia Bridgestone yang ada di Distrik Klong Luang, Provinsi Phatum Thani.

Di Bridgestone Asia Pacific Technical Center (APTC) inilah para insinyur melakukan riset dan pengembangan ban baru, termasuk Potenza Adrenalin RE005.

Dwi Wahyu R./GridOto.com
Peluncuran ban Bridgestone Potenza Adrenalin RE005 di Thailand


Baca Juga: Bridgestone Potenza Adrenalin RE005 Meluncur, Siap Masuk Indonesia

"Melalui fasilitas ini, Bridgestone memastikan setiap ban yang dikembangkan maupun diproduksi serta diuji secara menyeluruh dengan standar internasional," jelas Shinsuke Nakamura, Tire Development Director Bridgestone Asia Pasific (Thailand) Co.,Ltd.

Sayangnya, karena ini fasilitas rahasia kami enggak boleh mengambil foto atau video, semua lensa kamera handphone kami pun disegel Bridgestone.

Selama tiga jam di fasilitas ini kami diperlihatkan dan dijelaskan material-material yang digunakan Bridgestone untuk membuat ban mereka.

"Untuk membuat kompon ban saja bisa membutuhkan 20 material berbeda," terang Nakamura-san.

Bahan-bahan buat bikin adonan karet ban itu antara lain karet alam, karet sintetis, nilon, silika, karbon hitam, dan bahan kimia lainnya.

Bridgestone
Proses pengujian ban di pusat riset Bridgestone


Baca Juga: Terungkap, Tiga Teknologi Baru di Bridgestone Potenza Adrenalin RE005

Komposisi bahan-bahan tersebut tergantung jenis dan tipe ban yang dibuat.

Di sini juga terdapat banyak alat-alat pengujian ban mobil seperti static stick depth, footprint test, pinch hump test, dan Rolling Resistance Coefficient.

Semua pengujian dilakukan sesuai standar ISO 28580, dengan laboratorium yang telah memperoleh akreditasi ISO 17025 untuk menjamin keakuratan dan kredibilitas hasil.

"Komitmen kami adalah menghadirkan produk yang aman, tahan lama, dan efisien bagi konsumen di seluruh dunia,” ujar Nakamura.

Setelah selesai tur laboratorium, kami melanjutkan perjalanan ke pabrik untuk melihat proses pembuatan ban di Thai Bridgestone Nong Khae Plant.

Bridgestone
Proses pembuatan ban di pabrik Bridgestone


Baca Juga: Baru Rilis, Bridgestone Potenza Adrenalin RE005 Dites Pakai Sport Car

Di pabrik seluas 660.000 m2 yang memproduksi ban radial untuk kendaraan penumpang dan truk ringan ini diperlihatkan mulai dari proses pencampuran adonan ban sampai jadi ban.

Proses pembuatan ban ini sama dengan yang dilakukan pabrik Bridgestone Indonesia di Karawang, Jawa Barat.

Kejutan yang paling mengasyikan terjadi keesokan harinya, gaes.
Soalnya, setelah menyaksikan seremoni peluncuran Bridgestone Potenza Adrenalin RE005 di proving ground mereka.

Ada tiga menu yang disuguhkan untuk menguji kemampuan ban Bridgestone Potenza Adrenalin RE005 ini, yaitu dry handling, wet handling, dan overall performance.

Masing-masing pengujian ini menggunakan tiga mobil yang berbeda, yaitu Toyota GR86, BMW 330e MSport LCI, dan Tesla Model 3.

Dwi Wahyu R./GridOto.com
Pengujian ban Bridgestone Potenza Adrenalin RE005 di proving ground Bridgsetone di Thailand


Baca Juga: Baru Nih, Bridgestone Resmikan TOMO Signature Pertama di Indonesia

Di pengujian dry handling yang menggunakan Toyota GR86, ban Bridgestone Potenza Adrenalin RE005 diuji di trek utama proving ground yang memiliki panjang 3,3 km.

Di sini mobil dipacu hingga 120 km/jam lalu dipaksa melakukan beberapa manuver pindah jalur cepat dan menikung kencang.
Hasilnya ban baru ini menyuguhkan stabilitas berkendara kelas wahid dan pengendalian presisi.

Menu kedua adalah wet handling yang dilakukan di trek yang sengaja diguyur air menggunakan BMW 330e MSport LCI.

Walau menggunakan sedan bertenaga besar dan berpenggerak roda belakang, jalanan yang licin dan berkelok-kelok bisa dilahap dengan mudah oleh Bridgestone Potenza Andrenalin RE005.

Traksi optimum selalu disediakan oleh ban ini.

Dwi Wahyu R./GridOto.com
Pengujian ban Bridgestone Potenza Adrenalin RE005 di trek basah


Baca Juga: Sambut Mudik, Bridgestone Kasih Diskon dan Hadiah Pembelian Ban di IIMS 2026

Terakhir, pengujian overall performance menggunakan mobil listrik Tesla Model 3.

Di sini ban Bridgestone Potenza Adrenalin RE005 diajak bermanuver slalom di kecepatan rendah dan menengah. Kembali ban ini mampu menunjukkan handling yang presisi dan kestabilan berkendara terbaik.

Oh ya, masih ada satu lagi kejutan dari Bridgestone.

Mereka menghadirkan legenda balap F1 Stefano Modena yang saat ini menjabat sebagai Technical Marketing Manager di Bridgestone Educational Experience Centre yang ada di Roma, Italia.

Dwi Wahyu R./GridOto.com
Legenda balap F1 Stefano Modena


Baca Juga: Dampak Mobil Listrik ke Industri Ban, Ini Pandangan Bridgestone

Tugasnya membantu proses pengembangan ban baru seperti di RE005 ini, mulai dari menyempurnakan prototipe hingga mendapatkan hasil yang paling optimal.

Dengan pengalamannya di ajang balap jet darat F1 dan berbagai kejuaran balap internasional sangat berguna dalam proses pembuatan dan pengembangan ban Bridgestone.

“Pengujian fisik merupakan bagian paling penting dalam fase pengembangan ban baru, dan ini dilakukan oleh para pengemudi profesional di Bridgestone,” terang pria berusia 62 tahun ini.

Menurut Modena, pengembangan ban untuk keperluan balap sangat berbeda dengan ban di jalan raya.

“Pembalap biasanya hanya berfokus pada satu hal, yaitu melaju secepat mungkin dan ban berperan membantu mereka mencapainya,” terang Modena.

Kalau buat di jalan raya, pengemudi ingin merasa percaya diri dan aman dengan bannya saat berkendara.

“Untuk ban jalan raya kami harus mempertimbangkan banyak elemen seperti berat, rolling resistance, kemampuan membuang air, daya cengkeram, dan pengereman,” tutupnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by GridOto (@gridoto)

YANG LAINNYA