Berat! Toprak Razgatlioglu Carita Soal Kesulitannya di Debut MotoGP

Mohammad Nurul Hidayah - Senin, 9 Maret 2026 | 14:45 WIB

Pembalap Prima Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, semakin frustrasi pada tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, Sabtu (21/2/2026).

GridOto.com - Kehadiran Toprak Razgatlioglu di gelaran MotoGP tahun ini, membawa harapan besar dari para penggemarnya.

Juara dunia kejuaraan World Superbike 3 kali ini diharapkan bisa menjadi penantang kuat di arena MotoGP.

Maklum, Toprak punya sejarah adaptasi yang cepat di Superbike setelah berhasil menjadi juara dunia saat putuskan pindah dari Yamaha ke BMW.

Toprak juga terkenal sebagai pembalap dengan bakat alami yang unik, kuat pada pengereman yang diyakini membantunya di MotoGP.

Namun, debut pembalap asal Turki di kejuaraan MotoGP ternyata tidak berjalan semulus yang diharapkan para penggemar.

Toprak mengalami banyak kesulitan saat tampil perdana di seri MotoGP Thailand.

Baca Juga: Enea Bastianini Bongkar Penyakit Motor KTM di MotoGP, Terasa Begini di Lintasan Lurus

Dirinya hanya finish di posisi ke-17, tertinggal 39 detik dari pembalap tercepat.

Pembalap berjuluk stoprak ini cerita soal proses adaptasinya ke MotoGP yang jauh lebih berat dibandingkan saat pindah dari Yamaha ke BMW di Superbike.

"Saat saya beralih ke BMW di kejuaraan World Superbike, rasanya tidak sama seperti sekarang di MotoGP. Karena semuanya terasa berbeda saat pindah ke MotoGP," buka Toprak dikutip dari Speedweek.

LILLIAN SUWANRUMPHA/AFP
Aksi pembalap Prima Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, pada sesi FP1 MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Buriram, Jumat (27/2/2026).

Menurut Toprak, saat dirinya pindah dari Yamaha ke BMW di World Superbike justru sebaliknya, semua tampak mirip sehingga cepat adaptasinya.

"Tidak ada perbedaan besar, semuanya sangat mirip. Oke mereknya berbeda, motor yang digunakan juga berbeda. Tetapi sensasi saat menggunakannya sangat mirip," tambahnya.

Baca Juga: Perang di Iran Ternyata Sudah Mengganggu MotoGP Sejak Seri Thailand

Ditambah lagi, motor yang digunakan Toprak di MotoGP saat ini juga bukan motor yang bisa dibilang matang.

Yamaha YZR-M1 saat ini yang menggunakan mesin V4, dimana para insinyur Yamaha masih mencari keseimbangan dan kecepatan.

Bahkan, tahun ini bisa dibilang setiap seri MotoGP dijadikan Yamaha tempat untuk mengembangkan mesin V4-nya agar bisa bekerja optimal di tahun depan.

"Saya merasa seperti mengendarai motor yang sama sekali berbeda. Saya masih perlu beradaptasi dengan semua ini," ungkap Toprak.

"Perasaan ini mirip dengan saat saya pindah dari kejuaraan Superstock Eropa ke World Superbike," tutupnya.

YANG LAINNYA