GridOto.com - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan mulai memperketat pemeriksaan armada bus yang akan mengangkut penumpang.
Ribuan unit bus sudah menjalani ramp check, namun tidak semuanya langsung dinyatakan layak beroperasi.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama selama periode angkutan Lebaran.
Karena itu, pemeriksaan kondisi kendaraan harus dilakukan secara ketat.
“Keselamatan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran harus jadi prioritas utama. Terkait hal ini, saya telah menginstruksikan seluruh jajaran Kemenhub untuk melakukan ramp check secara konsisten dan sesuai prosedur, sehingga semua sarana transportasi yang beroperasi benar-benar dalam kondisi laik jalan,” ujar Dudy dalam acara media briefing di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Data Kemenhub mencatat, sejak 23 Februari 2026 sudah ada 27.664 unit bus yang menjalani ramp check di berbagai daerah.
Namun tidak semuanya langsung lolos.
Sebanyak 17.516 unit bus dinyatakan layak beroperasi, sementara sisanya mendapat berbagai catatan mulai dari peringatan perbaikan, larangan beroperasi sementara, hingga sanksi tilang.
Artinya, lebih dari 10 ribu unit bus masih harus melakukan perbaikan sebelum bisa digunakan untuk mengangkut pemudik.
Baca Juga: Daftar Harga Mobil Bekas Daihatsu Sigra 2016-2017, Kabin Luas Murah Pas Buat Mudik
Menurut Dudy, operator bus diminta tidak menyepelekan perawatan armada, terutama menjelang lonjakan perjalanan saat Lebaran.
“Semua transportasi publik harus menjamin keselamatan penumpang dan wajib memberikan pelayanan yang optimal. Ini penting agar para penumpang merasa aman dan nyaman selama di perjalanan,” ungkapnya.
Pemeriksaan ramp check sendiri biasanya meliputi berbagai aspek penting kendaraan, seperti sistem pengereman, lampu, ban, kelengkapan darurat, hingga dokumen kendaraan dan kelayakan pengemudi.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah kecelakaan yang kerap dipicu kondisi kendaraan tidak prima saat musim mudik.
Selain pengawasan armada, Kemenhub juga mengajak masyarakat memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan pemerintah, salah satunya menggunakan bus.
Hingga 5 Maret 2026, jumlah pendaftar mudik gratis dengan bus tercatat 15.550 orang, dari total kuota 15.834 penumpang yang disediakan.
Program ini diharapkan bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, sekaligus membantu menekan kepadatan lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran.
Secara nasional, pergerakan masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang, dengan Jawa Tengah menjadi provinsi tujuan paling besar.