Pertamina Jelaskan Maksud Stok BBM Nasional Tersedia Hingga 21 Hari

Hendra - Sabtu, 7 Maret 2026 | 17:45 WIB

Warga tetap tenang terkait stok BBM

GridOto.com- Pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait dengan Stok BBM Nasional 21 Hari memancing beragam komentar.

Pernyataan ini berawal dari pertanyaan mengenai ketahanan energi nasional terkait isu perang Iran VS Israel dan Amerika Serikat.

Lantas, masyarakat pun bertanya-tanya apakah setelah 21 hari BBM nasional akan habis?

Agar tidak salah tanggap Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menjelaskan maksud dari penyataan itu.

Menurutnya pasokan operasional adalah pasokan BBM yang disimpan dan sudah memenuhi kapasitas penimbunan bbm secara nasional yang akan disalurkan kepada masyarakat.

"Jumlah pasokan tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui atau dipenuhi kembali sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat," ungkap Roberth.

Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok bbm yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional.

"Stok ini terus dilakukan top-up ataj penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor,” ujar Roberth.

Baca Juga: Pertamina Prediksi Konsumsi Bensin Naik 12% Saat Lebaran 2026, Solar Turun

Hendra
Roberth MV Dumatubun. Pertamina antisipasi mencari sumber penyediaan BBM dari berbagai negara

Ia menambahkan kebutuhan terhadap ketersediaan BBM dipenuhi dari 2 sisi.

"Pertama produksi dalam negeri yang masuk ke Kilang dengan Optimalisasi Kilang Indonesia dan sumber crude dari dalam negeri," jelasnya.

Kedua, melalui pengadaan yang berasal dari luar negeri.

"Tidak saja berasal dari Asia, tapi juga wilayah lainnya seperti Afrika, Amerika, Brasil," bilangnya.

Terkait dinamika geopolitik global, termasuk perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional.

“Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan situasi global dan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, antara lain melalui diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan ketahanan logistik dan distribusi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” jelas Roberth.

Lebih lanjut Roberth mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan (panic buying).

Pembelian yang tidak wajar justru berpotensi mengganggu distribusi yang seharusnya berjalan normal.

YANG LAINNYA