Konflik Geopolitik Dunia Berpotensi Pengaruhi Penjualan Mobil Baru di Indonesia, Honda Lakukan Ini

Naufal Shafly - Kamis, 5 Maret 2026 | 20:15 WIB

Ilustrasi penjualan Honda Prospect Motor (HPM) di Indonesia

GridOto.com – Ketegangan geopolitik di sejumlah wilayah dunia turut menjadi perhatian pelaku industri otomotif, termasuk PT Honda Prospect Motor (HPM).

Pabrikan asal Jepang tersebut mengaku terus memantau perkembangan situasi global dan potensi dampaknya terhadap pasar otomotif di Indonesia.

Sales & Marketing and Aftersales Director HPM, Yusak Billy, mengatakan hingga saat ini konflik global belum memberikan dampak signifikan terhadap pasar otomotif domestik.

“Itu kami masih monitor terus ya, konflik di Indonesia. Kami masih monitor perkembangannya, so far sih belum ada impact berarti ya untuk pasar di Indonesia. Tapi kami masih monitor terus ya, perkembangannya seperti apa,” ujar Billy.

Meski begitu, HPM tetap mewaspadai kemungkinan efek lanjutan dari kondisi global tersebut, terutama jika berdampak pada faktor ekonomi seperti harga energi.

Pasalnya, kenaikan harga bahan bakar berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat terhadap kendaraan baru.

Billy mengakui bahwa sejak tahun lalu daya beli konsumen memang sudah menunjukkan tren pelemahan.

“Iya, kami monitor dulu ya kondisinya seperti apa. Tapi ya sekarang memang daya beli sudah melemah ya. Jadi bagaimana sekarang kita membuat konsumen itu bisa mudah dan ringan memiliki kendaraan,” jelasnya.

Sebagai strategi menghadapi kondisi tersebut, Honda berupaya menghadirkan skema pembelian kendaraan yang lebih ringan bagi konsumen.

Baca Juga: Dubai Lumpuh Efek Konflik Timur Tengah, Ribuan Mobil China Tertahan

Salah satu caranya adalah melalui kolaborasi dengan perusahaan pembiayaan agar konsumen tetap bisa memiliki kendaraan dengan skema cicilan yang lebih terjangkau.

“Ya salah satunya berkolaborasi dengan lembaga pembiayaan, supaya segmen-segmen LCGC atau yang menengah ke bawah itu bisa ringan dan mudah memiliki kendaraan,” pungkas Billy.

YANG LAINNYA