Gridoto.com - Efek negatif yang muncul imbas dari pecahnya perang Amerika Serikat, Israel dan Iran di Timur Tengah dirasakan di berbagai sektor.
Tidak terkecuali gelaran MotoGP 2026 yang sudah memulai seri perdananya akhir pekan lalu (1/3/2026) di Chang International Circuit, Buriram, Thailand.
Dampak perang di Iran ternyata dirasakan langsung para pelaku balap MotoGP baik itu pembalap, kru tim, maupun kru dari penyelenggara.
Banyak diantara mereka yang kesulitan kembali ke Eropa setelah terjadi kekacauan pada jalur penerbangan.
Ini efek dari ditutupnya akses bandara Dubai yang menjadi pusat lalu lintas transportasi udara global.
Baca Juga: Finis ke-14 di MotoGP Thailand, Yamaha Beberkan Masalah Utama Mesin V4
"Saya beruntung dan sudah memesan penerbangan ke Turki sebelumnya dan terbang melalui Istanbul dan kemudian dari sana ke rumah saya di Italia," buka Manajer tim Ducati-Lenovo, Davide Tardozzi dikutip dari Speedweek.
Meski begitu, Tardozzi menuturkan ada banyak anggota tim lain yang terdampak kekacauan penerbangan akibat pecahnya perang di Timur Tengah.
"Sebagian besar tim, termasuk saya sendiri, dapat berangkat pada hari Senin dan tidak melakukan kontak dengan wilayah krisis," ujar Jens Hainbach, manajer balap KTM.
Menurutnya, untuk beberapa kru yang tidak mendapatkan jadwal penerbangan normal, dipulangkan menggunakan pesawat charter khusus ke Milan.
"Dari sana, mudah untuk melanjutkan perjalanan ke kota-kota besar Eropa," tutur Jens.
Baca Juga: Mantan Bos Tim F1 Yakin MotoGP Akan Lebih Berkembang Dibanding F1
Selain terjadinya kekacauan pada jadwal penerbangan, perang yang terjadi juga mengancam tertundanya seri MotoGP Qatar yang diagendakan awal April mendatang.
Pihak penyelenggara pun telah membuat pernyataan resmi kalau seri Qatar kemungkinan besar akan ditunda.
“Di masa-masa seperti ini, kepentingan olahraga jelas menjadi prioritas kedua. Karena alasan ini, dengan cepat diputuskan bahwa acara tersebut tidak dapat berlangsung saat ini," tulis penyelenggara dikutip dari Speedweek.
Saat ini penyelenggara MotoGP terus berkomunikasi secara intensif dengan Sirkuit Internasional Lusail dan Federasi Sepeda Motor dan Mobil Qatar untuk menemukan alternatif terbaik.
Komunikasi ini dilakukan agar balapan Qatar tetap bisa digelar pada kemudian hari di tahun 2026 ini.