Menurutnya, untuk beberapa kru yang tidak mendapatkan jadwal penerbangan normal, dipulangkan menggunakan pesawat charter khusus ke Milan.
"Dari sana, mudah untuk melanjutkan perjalanan ke kota-kota besar Eropa," tutur Jens.
Baca Juga: Mantan Bos Tim F1 Yakin MotoGP Akan Lebih Berkembang Dibanding F1
Selain terjadinya kekacauan pada jadwal penerbangan, perang yang terjadi juga mengancam tertundanya seri MotoGP Qatar yang diagendakan awal April mendatang.
Pihak penyelenggara pun telah membuat pernyataan resmi kalau seri Qatar kemungkinan besar akan ditunda.
“Di masa-masa seperti ini, kepentingan olahraga jelas menjadi prioritas kedua. Karena alasan ini, dengan cepat diputuskan bahwa acara tersebut tidak dapat berlangsung saat ini," tulis penyelenggara dikutip dari Speedweek.
Saat ini penyelenggara MotoGP terus berkomunikasi secara intensif dengan Sirkuit Internasional Lusail dan Federasi Sepeda Motor dan Mobil Qatar untuk menemukan alternatif terbaik.
Komunikasi ini dilakukan agar balapan Qatar tetap bisa digelar pada kemudian hari di tahun 2026 ini.