GridOto.com - Dunia perlahan berubah, termasuk sistem pembayarannya.
Contohnya mulai 1 Maret 2026, pembayaran parkir kendaraan di 13 stasiun kereta api sudah wajib non tunai.
Artinya uang tunai yang dulu menjadi syarat sah pembayaran sudah tidak diterima lagi.
Kabar ini tengah ramai di media sosial, dalam unggahan akun TikTook @tyo_***, (4/3/26), disebutkan parkir di stasiun wajib menggunakan kartu uang elektronik (e-money) atau Kartu Multi Trip (KMT) mulai 1 Maret 2026.
Dalam video itu disebutkan salah satu stasiun yang telah menerapkan kebijakan pembayaran parkir non-tunai adalah Stasiun Purwosari, Solo, Jawa Tengah.
"Mulai 1 Maret 2026 parkir motor di stasiun wajib menggunakan Kartu Uang Elektronik/KMT, tap in/out dengan kartu yang sama," demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Lantas, benarkah kebijakan tersebut sudah diterapkan dan stasiun mana saja yang mewajibkan pembayaran parkir secara non-tunai?
Baca Juga: Berhias Tali Rafia, Yamaha Xeon 125 Ini Nunggak Parkir Rp 21,9 Juta di Stasiun Tambun
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, mengatakan pihaknya resmi menerapkan sistem COMBO to E-Parking di sejumlah stasiun.
Penerapan tersebut dilakukan di wilayah Regional 1 Jakarta, Regional 6 Yogyakarta, dan Regional 8 Surabaya.
Melalui sistem ini, seluruh transaksi parkir dilakukan menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) atau e-money tanpa tombol tiket.
"Dengan mekanisme tersebut, proses keluar-masuk kendaraan menjadi lebih cepat, efisien, serta mendukung operasional yang lebih tertib," ujarnya dalam keterangan yang diterima, (4/3/26) menukil Kompas.com.
Nyoman menjelaskan, implementasi di wilayah Regional 1 Jakarta telah dilaksanakan pada 27–28 Februari 2026 lalu.
Menurut Nyoman, penerapan COMBO to E-Parking merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong transformasi digital layanan sekaligus memperkuat integrasi ekosistem perkeretaapian.
"Implementasi COMBO to E-Parking menjadi langkah strategis dalam menghadirkan layanan parkir berbasis teknologi yang lebih modern dan terintegrasi, sekaligus mendukung kemudahan akses pelanggan dalam menggunakan layanan transportasi kereta api," paparnya.
Baca Juga: Wow, Inapkan Motor Semalam di Stasiun Tugu Yogyakarta Kena Tarif Segini, Mahal atau Murah?
Ia menambahkan, digitalisasi di area parkir diharapkan mampu menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih nyaman dan aman.
Integrasi layanan ini juga sejalan dengan upaya menghadirkan konektivitas yang lebih baik antar fasilitas di lingkungan stasiun.
"Ke depan, KAI Services akan terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi guna meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat integrasi antar layanan, serta memastikan operasional yang lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan pelanggan di era digital," jelas Nyoman.
Sementara itu, Budi Susilo, salah satu pengguna area parkir KAI Services, menyambut baik penerapan sistem tersebut karena dinilai lebih praktis dalam proses keluar-masuk kendaraan.
"Kadang saat musim liburan Natal dan Tahun Baru atau masa mudik Lebaran, kita sering melihat antrean kendaraan di pintu masuk dan keluar. Dengan adanya sistem ini, prosesnya jadi lebih cepat, efisien, dan lebih tertib," ujar Budi.
Berikut sejumlah stasiun yang sudah menerapkan sistem parkir non tunai:
- Stasiun Bekasi Utara
- Stasiun Bekasi Selatan
- Stasiun Cikarang
- Stasiun Klender
- Stasiun Lenteng Agung
- Stasiun Serpong
- Stasiun BNI City
- Stasiun Rangkasbitung
Selanjutnya, pada 1 Maret 2026, sistem serupa mulai diterapkan di wilayah Regional 6 Yogyakarta yang mencakup:
- Stasiun Palur
- Stasiun Purwosari
- Stasiun Klaten
- Stasiun Lempuyangan
Pada tanggal yang sama, implementasi juga dilakukan di wilayah Regional 8 Surabaya, tepatnya di:
- Stasiun Mojokerto.