Berangkat Mudik Lebaran 2026 di Tanggal Segini Saja, Ada Diskon Tarif Tol 30 Persen

Irsyaad W - Senin, 2 Maret 2026 | 16:30 WIB

Ilustrasi situasi lalu lintasi di Gerbang Tol Cikampek Utama 1

GridOto.com - Pemerintah memberikan beragam stimulus untuk memecah arus mudik lebaran 2026.

Salah satunya dengan memberikan iming-iming diskon tarif jalan tol jika berangkat mudik lebih awal.

Menteri PU, Dody Hanggodo, memastikan akan memberlakuan diskon tarif tol 30 persen, pada H-9 Lebaran 2026.

Besaran potongan ini diklaim lebih tinggi dibandingkan rata-rata 20 persen pada tahun-tahun sebelumnya.

"Kami memangkas tarif tol sebagai instrumen teknis untuk mendorong distribusi lalu lintas agar tidak menumpuk pada puncak arus mudik," ujar Dody, (1/3/26) mengutip Kompas.com.

Dody menegaskan, insentif tarif ini merupakan bonus bagi pengguna jalan, sekaligus strategi manajemen demand untuk memecah konsentrasi kendaraan di titik-titik krusial seperti Gerbang Tol Cikampek Utama dan Kalikangkung.

"Periode diskonnya akan kami buat cukup panjang di awal, tujuannya supaya masyarakat tidak mudik di waktu yang bersamaan atau saat peak. Kita mau mereka berangkat lebih awal dan balik lebih awal," ujar Dody.

Baca Juga: Proyek Jalan Tol Baru di Tangerang Dilanjut, Panjang 39,4 Kilometer Senilai Rp 30 Triliun

Pemerintah optimistis besaran diskon yang signifikan akan menjadi pertimbangan kuat bagi pemudik untuk mengatur ulang jadwal keberangkatan mereka, sehingga beban jalan tol pada hari puncak dapat ditekan hingga di bawah kapasitas maksimal (V/C ratio).

Guna memperluas kapasitas jalan, Kementerian PU melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyiapkan 10 ruas tol baru yang akan dioperasikan secara fungsional (tanpa tarif).

Ruas-ruas ini menjadi krusial untuk mengurai bottleneck di jalur-jalur utama Trans Jawa dan Trans Sumatera.

Berikut adalah rincian 10 ruas tol fungsional yang disiapkan:

1. Tol Solo-Yogyakarta (Ruas Kartasura-Klaten): Fokus mengurai kepadatan di jalur arteri Solo-Jogja.

2. Tol Probolinggo-Banyuwangi (Seksi 1 Gending-Kraksaan): Memperlancar akses menuju Pelabuhan Ketapang.

3. Tol Yogyakarta-Bawen (Seksi 1 Sleman-Banyurejo): Jalur alternatif krusial menuju Ambarawa dan Semarang.

4. Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Seksi 3 Sukabungah-Sadang): Jalur penyelamat jika terjadi kepadatan di Japek eksisting.

5. Tol Serpong-Cinere (Seksi 2 Pamulang-Cinere): Melengkapi konektivitas JORR 2.

6. Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Seksi 2B & 3 Kramasan-Betung): Mempercepat arus mudik menuju Sumatera bagian Utara.

7. Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Seksi 3 & 4): Jalur strategis menuju destinasi wisata Danau Toba.
8. Tol Padang-Sicincin (Seksi 1): Mengurai kepadatan di jalur nasional Padang Pariaman.

9. Tol Binjai-Langsa (Seksi Binjai-Pangkalan Brandan): Memperkuat konektivitas di Aceh dan Sumatera Utara.

10. Tol Bangkinang-Pangkalan (Tahap 1): Jalur penghubung penting di Riau menuju Sumatera Barat.

Baca Juga: Lewat Gratis, Ini 6 Tol Fungsional yang Dibuka Saat Mudik Lebaran 2026

Kementerian PU juga memberikan ultimatum kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) agar seluruh pekerjaan perbaikan dan preservasi jalan rampung total pada H-10 Lebaran.

Dody mencatat adanya percepatan pengerjaan yang signifikan dalam satu bulan terakhir.

"Sebulan lalu saat saya ke Tegal, pengerjaannya tidak semasif hari ini. Kontraktor benar-benar mengejar waktu karena pada H-10 kondisi jalan harus mantap 100 persen. Tidak boleh ada alat berat atau galian yang mengganggu arus," tegas Dody.

YANG LAINNYA