GridOto.com – Banyak orang kepincut sama Toyota Kijang Innova Reborn karena sistem penggerak yang masih menerapkan rear wheel drive (RWD) alias gerak roda belakang.
Terlebih karena Toyota Kijang Innova Zenix sebagai penerus Innova Reborn sudah menerapkan gerak roda depan (FWD), maka penyuka Kijang yang menginginkan gerak RWD hanya punya Innova Reborn untuk dipilih.
Untungnya, Toyota masih menjual Innova Reborn dalam keadaan baru meski terbatas hanya di varian G dengan mesin diesel.
Gerak belakang dianggap cocok dengan alam Indonesia yang kondisi jalannya masih sangat beragam, terutama di kota-kota kecil dan pedesaan.
Baca Juga: Ini Detail Ubahan Innova Reborn 2026, Bikin Makin Susah Move On!
Melaju di jalan jelek apalagi start di tanjakan, RWD diyakini lebih andal karena distribusi bobot yang secara alami pindah ke poros belakang sehingga traksi roda lebih baik.
Tak hanya itu, sistem RWD juga cenderung lebih tahan banting karena pembagian beban roda depan.
Roda depan pada mobil FWD seperti Innova Zenix, harus menanggung 3 beban krusial yakni membelok, mengerem utama, dan penggerak.
Sementara di sistem RWD seperti Innova Reborn, beban sebagai penggerak diserahkan ke roda belakang alhasil faktor kelelahan (fatigue) komponen kaki-kaki lebih terbagi dan lebih awet.
Daya tarik lainnya dari Innova Reborn adalah mesin diesel bertorsi kuat.
Sebelumnya Innova generasi ini punya 2 pilihan mesin yakni bensin 1.998 cc berkode 1TR-FE dan diesel turbo 2.393 cc 2GD-FTE.
Namun sekarang Innova Reborn hanya punya mesin diesel dan memang itu yang banyak diminta oleh konsumen.
Kenapa banyak yang suka dengan mesin diesel? Karena torsinya mantap.
Sebenarnya tenaga sudah besar yakni 147 dk, namun angka itu tetap kalah mentereng dari output torsinya yang melecut hingga 342 Nm.
Baca Juga: Servis AC Toyota Kijang Innova di Bengkel, Segini Biayanya
Bahkan untuk ukuran mobil masa kini, torsi itu sangat besar.
Berkat torsinya mudah saja bagi Innova Reborn untuk melaju enteng meski di keadaan beban penuh, apalagi saat keadaan sepi penumpang. Ngacir.
Faktor teknis lainnya adalah transmisi otomatis yang masih menerapkan hidraulis gir.
Ketika banyak mobil baru menggunakan transmisi CVT untuk mendapatkan efisiensi dan kenyamanan ekstra, Innova Reborn sebagai generasi lama masih mengandalkan transmisi otomatis bergigi.
Kendati kalah nyaman, tapi transmisi hidraulis ini lebih tahan banting terlebih jika kerap menghela beban.
Untuk penggunaan jangka panjang, transmisi Innova Reborn terbukti awet dan cukup jarang Innova Reborn matik yang bermasalah meski sudah eksis sejak 2016.