GridOto.com- Busi mobil yang jarang atau tidak pernah diganti dapat menyebabkan penurunan performa mesin karena proses pembakaran tidak berjalan optimal.
Elektroda busi yang aus serta penumpukan kerak karbon membuat percikan api menjadi lemah.
"Kalau busi sudah lama nggak diganti, biasanya tarikan berat, nggak maksimal," jelas Rony Rahman, pemilik toko sparepart Berkah Motor di kawasan Cibubur Point, Depok.
Kondisi ini membuat tenaga yang dihasilkan mesin tidak sesuai dengan kebutuhan saat akselerasi.
Akibatnya, mobil terasa lebih lambat merespons saat pedal gas diinjak.
Baca Juga: Umur Busi Mobil Tergantung Bahan Bakar yang Dipakai, Apa Benar?
Selain itu, pembakaran yang tidak sempurna juga berdampak pada konsumsi bahan bakar.
Bahan bakar yang tidak terbakar dengan baik akan terbuang sia-sia dan membuat BBM lebih boros.
Mesin juga bisa mengalami gejala brebet atau tersendat, terutama saat putaran rendah.
Dalam kondisi tertentu, mobil bahkan menjadi lebih sulit untuk dihidupkan.
"Efeknya nggak cuma tenaga turun, tapi juga bisa makin boros (BBM)," lanjutnya.
Baca Juga: Jangan Sembarang Ganti Busi Mobil, Perhatikan Ini Biar Enggak Overheat
Untuk itu, penggantian busi secara rutin perlu dilakukan sesuai interval pemakaian.
Biasanya penggantian busi mobil dilakukan sebelum 100.000km sekali, atau biasanya saat servis 50.000km.
Langkah ini penting untuk menjaga performa mesin tetap optimal dan efisien.
Narasumber: Rony Rahman, pemilik toko sparepart Berkah Motor di kawasan Cibubur Point, Depok