GridOto.com - Kita nostalgia sama motor bebek yang menjadi salah satu fondasi kesuksesan Honda di Indonesia.
Ini dia cerita singkat Honda Astrea Grand yang diluncurkan di Indonesia pada 1991.
Honda Astrea Grand ini merupakan penerus dari Honda Astrea Prima yang dirilis pada 1988.
Makanya basis rangka dan mesin yang dipakai keduanya sama.
Cuma saja desainnya yang berubah total. Mulai dari bentuk lampu depan, sayap, Sepatbor depan, knalpot, sampai bodi tengah yang menyambung sampai belakang.
Baca Juga: Harga Ngeri, Penerus Astrea Grand Hadir Usung Mesin 125 cc Injeksi
Garis-garis bodinya membulat, termasuk lampu belakangnya.
Bentuk lampu belakang ini yang membuatnya dikasih julukan "Astrea Grand Bulus". Bulus atau labi-labi adalah kura-kura tempurung lunak.
Selain lampu belakang itu, salah satu ciri model awal Astra Grand adalah sayap yang berwarna putih.
Cuma entah kenapa, anak muda pada masa itu senangnya melepas sayap tersebut.
Coba tolong yang dulu pelaku, jelasin deh alasannya hehehe.
Baca Juga: Harga Setara Rp 15 Jutaan, Bebek Retro Mirip Honda Astrea Grand Punya Fitur Canggih
Untuk mesin juga masih sama, pakai C100. Ini adalah mesin bensin 4-tak 1-silinder 91,7 cc yang mampu menghasilkan tenaga 7,2 dk.
Dapur pacu yang dikawinkan dengan transmisi 4-speed sistem rotari ini terkenal irit BBM.
Hasil pengetesan Tabloid Otomotif pada tahun 1991, Honda Astra Grand ini mampu mencatatkan konsumsi BBM 60 km/liter.
Enggak kalah kan sama motor-motor matic zaman sekarang.
Pada saat peluncuran, Honda Astra Grand ini dipasarkan dengan harga Rp2.895.000 on-the road Jakarta.
Baca Juga: Pemilik Honda Astrea Legenda Lunasi Tunggakan Pajak 14 Tahun, Cuma Bayar Rp 140 Ribuan
Banderol mirip dengan kompetitornya yang waktu itu masih masin mesin 2-Tak seperti Yamaha Alfa II E (Rp2.2792.000) dan Suzuki Crystal (Rp2.800.000).
Pada 1994 motor ini mendapatkan penyegaran.
Pada bagian atas lampu belakangnya diberi lampu rem tambahan, sayap warna hitam, dan stiker garis tribal yang kebanyakan berwarna hijau.
Astrea Grand bertugas selama delapan tahun atau sampai 1999, tugasnya kemudian dilanjutkan oleh Honda Astrea Supra.
Coba siapa yang punya story sama Grand Bulus ini?