Terang Doang Enggak Cukup, AES Bongkar Rahasia Kuasai Pasar Lampu Aftermarket

M. Adam Samudra - Selasa, 24 Februari 2026 | 09:11 WIB

Projie biled BullAES terbaru S500

GridOto.com - Pasar lampu kendaraan aftermarket di Indonesia memasuki fase baru.

Persaingan tak lagi sekadar soal harga murah atau warna putih terang, melainkan teknologi, keselamatan, dan konsistensi kualitas jangka panjang.

Direktur PT. Setia Utama Bullaes, Hosta, menyebut positioning brand di Indonesia terbagi jelas dalam tiga segmen entry level, mid-range, dan premium.

AES, kata dia, bermain di seluruh segmen tersebut dengan standar internasional.

“Kami tidak mengejar murah. Yang terpenting itu nilai dan keamanan. Dari awal kami jual keselamatan, bukan gengsi,” ujar Hosta saat dihubungi GridOto.com, Selasa (24/2/2026).

Ia menegaskan perang harga bukan strategi jangka panjang untuk brand yang ingin membangun reputasi.

“Perang harga itu jebakan. Brand premium harus berani berbeda, bukan ikut murah. Menjaga kualitas memang sulit, tapi itu harga dari reputasi," paparnya.

Lokal vs Global, Bukan Soal Asal Negara

Dalam peta persaingan, brand global seperti Osram dan Philips masih memiliki kekuatan pada sisi legacy dan standar OEM.

Baca Juga: Baru Paham Nih, Beli Bohlam Lampu Depan Mobil Cek Kode Soketnya

Namun menurut Hosta, persaingan saat ini bukan lagi soal negara asal.

“Perbedaan utama bukan soal asal negara, tapi kecepatan adaptasi dan relevansi pasar," bebernya.

Istimewa
Guangzhou AES Car Parts Co., Ltd., produsen teknologi pencahayaan kendaraan yang telah beroperasi sejak 2003, kembali menegaskan posisinya di pasar Indonesia melalui brand BullAES.

Ia menilai brand global cenderung kurang fleksibel menghadapi kondisi jalan, cuaca tropis, serta karakter pengendara Indonesia.

AES sendiri mengklaim sejak awal melakukan riset terhadap kondisi jalan dan budaya berkendara di Tanah Air.

- Fokus pengembangan produk meliputi:

- Performa nyata di jalan

- Teknologi projector dan laser

- Daya tahan terhadap iklim tropis

- Dukungan aftermarket yang kuat sejak 2003

Baca Juga: Lampu Rem Mobil Redup Ternyata Bisa Picu Kecelakaan, Ini Biangnya!

Konsumen Mulai Berubah, Tak Sekadar Harga

Hosta mengakui konsumen Indonesia pada awalnya sangat sensitif terhadap harga. Namun dalam dua hingga tiga tahun terakhir, terjadi pergeseran perilaku.

“Awalnya memang harga. Tapi setelah edukasi, mereka beralih ke performa dan keamanan. Sekali merasakan visibilitas yang benar, jarang kembali ke produk standar," tuturnya.

Di pasar aftermarket, faktor komunitas dan pengalaman pengguna disebut lebih berpengaruh dibanding iklan konvensional.

Review nyata dinilai lebih dipercaya oleh calon pembeli.

LED dan Projector Jadi Standar Baru

Dari sisi teknologi, lampu halogen dan HID disebut mulai ditinggalkan karena efisiensi rendah, panas tinggi, serta kurang presisi dalam distribusi cahaya.

Saat ini, LED dan projector terutama Bi-LED internal dan external foglamp menjadi pilihan utama pasar.

Tren warna cahaya juga mengalami pergeseran.

Baca Juga: Jadi Tulang Punggung Baru, Zenix Hybrid dan Veloz Hybrid Terlaris di IIMS 2026

Jika sebelumnya 6000K ke atas diminati karena terlihat putih terang, kini konsumen mulai memilih rentang 5000–5700K yang dinilai lebih aman saat hujan dan kabut.

“Lampu bukan cuma soal terang. Beam pattern, cut-off, dan lux efektif itu jauh lebih penting dari angka marketing,” jelas Hosta.

Online Tumbuh, Workshop Tetap Penting

Penjualan melalui marketplace meningkat pesat untuk kebutuhan awareness. Namun untuk produk seperti Bi-LED projector, instalasi tetap memerlukan workshop.

Proses pemasangan presisi, kalibrasi cahaya, hingga edukasi pengguna dinilai krusial agar lampu tidak menyilaukan dan tetap sesuai regulasi.

Hosta juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan lux, lumen, dan Kelvin.

“Sejak awal kami fokus pada beam pattern yang aman dan warna yang fungsional di berbagai cuaca. Bukan sekadar angka besar untuk marketing," ucapnya.

Peluang 2026 dan Era Mobil Listrik

Pertumbuhan kendaraan dan meningkatnya kesadaran keselamatan membuat pasar lampu aftermarket dinilai masih sangat potensial hingga 2026.

Baca Juga: Yamaha RX-King Tergeletak Digulung Api, Pengendara Misterius Kabur Usai Insiden

Perkembangan kendaraan listrik juga membuka peluang baru.

Sistem kelistrikan EV membutuhkan efisiensi tinggi dan stabilitas daya.

“Perkembangan mobil listrik di Indonesia cukup cepat, dan di lapangan sudah banyak yang upgrade ke aftermarket seperti AES,” ungkapnya.

Ekspansi dan Tantangan Produk Murah

AES mengklaim telah merambah sejumlah pasar internasional seperti Malaysia, Rusia, Vietnam, Filipina, Pakistan, dan India.

“Brand Asia bisa global. Beberapa negara melihat perkembangan lampu di Indonesia sebagai referensi," tuturnya.

Terkait maraknya produk murah tanpa standar, Hosta menilai edukasi konsumen menjadi kunci.

“Customer harus sadar kalau AES bukan brand fomo. Kami sudah sejak lama fokus pada inovasi lampu kendaraan yang bisa dibuktikan. Produk murah biasanya tersingkir oleh pengalaman buruk," jelas Hosta.

Baca Juga: Supra dan NMAX Pensiunan TNI Berakhir Gosong, Api Mengamuk saat Sahur

Garansi Jadi Bukti Komitmen

Menurut Hosta, garansi dan layanan purna jual memegang peran krusial dalam membangun kepercayaan.

“Garansi adalah bukti kepercayaan brand terhadap produknya sendiri. Kami selalu berkomitmen tinggi dalam pelayanan garansi," tuurnya.

Ia juga menekankan bahwa edukasi masih menjadi pekerjaan rumah besar di industri ini.

"Kami selalu camkan ke customer dan dealer bahwa kita menjual keselamatan. Nyawa dan kendaraan itu sangat berharga," sambung pria ramah inu.

Brand Lokal Bisa Kalahkan Global?

Menjawab peluang brand lokal menyaingi merek global dalam 3-5 tahun ke depan, Hosta optimistis.

“Bukan hanya mampu, sudah terjadi. Brand yang mengerti pasar, cepat beradaptasi, dan konsisten pada kualitas akan menang, tanpa melihat asal negara," tutupnya.

Dengan perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, serta meningkatnya kesadaran keselamatan, pasar lampu aftermarket Indonesia diprediksi masih akan terus bersinar bukan sekadar terang, tetapi juga lebih aman.

YANG LAINNYA