GridOto.com - Jelang musim mudik Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan menilai penerapan flexible working arrangement (FWA) bisa membantu mengurai kepadatan lalu lintas.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan kebijakan kerja fleksibel berpotensi memecah konsentrasi pergerakan pemudik yang biasanya menumpuk di hari-hari favorit seperti H-5 dan H-3.
“Kebijakan ini memberi ruang bagi pengaturan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan berkurangnya kepadatan pada periode tertentu, beban petugas di lapangan juga dapat lebih terkendali sehingga pengaturan lalu lintas dapat dilakukan secara lebih optimal,” ujar Dudy melalui keteranganya, Rabu (18/2/2026).
Pemerintah menetapkan FWA untuk ASN dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, serta 27 Maret 2026.
Berdasarkan Survei Angkutan Lebaran 2026 Kemenhub, skema ini dinilai cukup efektif menekan potensi lonjakan puncak arus mudik.
Dengan FWA, pergerakan masyarakat disebut lebih menyebar ke H-6 sampai H-8, tidak lagi terkonsentrasi di H-5 dan H-3.
Hal serupa juga diperkirakan terjadi saat arus balik, di mana potensi kepadatan H+4 sampai H+6 bisa lebih terdistribusi.
Data survei menunjukkan potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang. Angka ini sedikit turun dibanding survei 2025 sebesar 146 juta orang.
Meski begitu, realisasi di lapangan tahun lalu menembus 154 juta orang.
Baca Juga: Harga Mobil Bekas Suzuki Ertiga Hybrid 2023, Bensin Irit Untuk Mudik Lebaran
Artinya, ada selisih signifikan antara angka survei dan pergerakan aktual.