Lebih lanjut, Irwan juga mengungkapkan bahwa tren pembelian konsumen Mitsubishi justru didominasi oleh varian tertinggi.
Sebagai contoh pada model Mitsubishi Xpander, varian dengan fitur paling lengkap menjadi pilihan utama konsumen retail.
“Kecenderungannya, justru top varian yang lebih banyak demand-nya. Tapi varian bawah juga ada, terutama untuk fleet seperti perusahaan atau rental,” paparnya.
Ia menyebutkan, kontribusi varian bawah pada Xpander berkisar sekitar 20 persen, yang sebagian besar berasal dari segmen fleet.
Hal serupa juga terjadi pada model Mitsubishi Destinator, di mana varian entry level memiliki kontribusi sekitar 20 persen terhadap total penjualan.
Dengan kondisi tersebut, Mitsubishi tetap optimistis mempertahankan strategi yang berfokus pada kualitas layanan dan nilai produk, ketimbang sekadar bersaing lewat harga murah.