Pelajar SMK Naik Motor Tewas Sia-sia, Korban Lubang Jalan Matraman Raya Jaktim

Irsyaad W - Rabu, 11 Februari 2026 | 09:22 WIB

Evakuasi jasad siswa SMK yang tewas akibat lubang jalan di Matraman Raya, Jakarta Timur

Sejumlah saksi menyebut korban terpental dan tergeletak tak sadarkan diri di aspal.

"Saya keluar dari gang, sudah lihat korban tergeletak. Jalan memang sepi," kata Ardi, salah satu pengendara yang melintas.

Kecelakaan tersebut sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas dari arah Jatinegara menuju Senen.

Warga dan pengendara lain berupaya mengatur arus sambil menunggu ambulans tiba.

Duka mendalam dirasakan keluarga korban. Aldo, kakak korban, mengaku mendapat kabar kecelakaan adiknya dari sang ibu sekitar pukul 06.30 WIB.

Baca Juga: Jalan Berlubang di Musim Hujan, Tercatat 27 Kasus Kecelakaan

"Saya langsung ke lokasi, ibu tahu dari tetangga. Katanya ada kecelakaan, korban pakai jaket biru," ujar Aldo dengan mata berkaca-kaca di RS Polri Kramat Jati.

Ia mengatakan, saat itu ASP dalam perjalanan berangkat sekolah seorang diri menggunakan motor.

"Dulu saya yang antar. Katanya mau mandiri, akhirnya dibelikan motor," ucap Aldo singkat.

Kasus kecelakaan ini ditangani Unit Yanmas Laka Tim II Satlantas Wilayah Jakarta Timur.

Polisi mengimbau pengendara untuk selalu menggunakan helm dan meningkatkan kewaspadaan, terutama di ruas jalan dengan kondisi rusak.

Data Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat, kondisi jalan berlubang masih menjadi salah satu faktor penyumbang kecelakaan lalu lintas di Jakarta, khususnya pada jam berangkat kerja dan sekolah.

Menanggapi kondisi jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan telah memerintahkan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk segera melakukan penanganan tanpa menunggu hujan reda.

Baca Juga: Awas Bahaya Mengintai, Ini Titik Jalan Berlubang di Jakarta dan Tangerang

"Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Perhubungan karena sudah tidak bisa lagi menunggu sampai kemudian hujan berhenti. Sehingga kalau dilihat di lapangan sekarang sudah ditangani lubang-lubang yang ada, hampir sebagian besar ditutup," ujar Pramono saat ditemui di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, (9/2/26) menukil Wartakotalive.com.

Meski demikian, Pramono mengakui perbaikan jalan di tengah curah hujan tinggi memiliki tantangan tersendiri.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila masih terdapat lubang yang kembali terbongkar akibat hujan.

"Walaupun kemudian ketika hujan, mohon maaf, pasti sebagian ada yang terbongkar kembali," tuturnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan akan terus melakukan perbaikan jalan guna meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya di titik-titik rawan yang terdampak cuaca ekstrem.

YANG LAINNYA