Selain eksklusivitas, Dony menekankan pentingnya integritas produk sebagai nilai utama yang ditawarkan kepada konsumen eVitara.
“Yang kedua adalah integritas produk. Produk yang bisa diandalkan. Jadi kami dari Suzuki mendeliver produk dan pelayanan yang bernilai tinggi untuk konsumen,” lanjut Dony.
Pendekatan tersebut, menurutnya, menjadi alasan Suzuki tidak menggunakan strategi harga agresif di fase awal peluncuran seperti yang dilakukan sejumlah merek lain.
“Fokus kami ini adalah memberikan pengalaman kepemilikan yang sangat spesial, untuk mereka yang menghargai kualitas yang presisi, pelayanan jual yang terjamin, dan reliability dari produk itu sendiri, dengan nama besar kami di Suzuki,” tegasnya.
Suzuki eVitara hadir sebagai SUV listrik dengan konsep desain High-Tech & Adventure dan identitas visual Metal Beast.
Mobil ini dibangun di atas platform khusus kendaraan listrik HEARTECT-e, yang dirancang lebih ringan, kaku, dan aerodinamis.
Dari sisi performa, eVitara dibekali baterai Lithium Iron-Phosphate (LFP) berkapasitas 61 kWh yang menggerakkan motor listrik bertenaga 128 kW dengan torsi 193 Nm.
Pengisian daya fast charging DC diklaim mampu mengisi baterai dari 15 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 50 menit.
Untuk pasar Indonesia, Suzuki eVitara ditawarkan dengan harga On The Road (OTR) DKI Jakarta Rp 755 juta untuk varian single-tone dan Rp 758 juta untuk varian two-tone.
Pemesanan untuk konsumen sudah dibuka mulai Februari 2026 ini, lengkap dengan paket purnajual dan garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km.