GridOto.com - Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) kembali menggelar Dialog Industri Otomotif Nasional untuk kelima kalinya sejak pertama kali diselenggarakan pada 2024.
Pada tahun ini dialog mengangkat tema “Insentif EV Dihapus, Kemana Arah Masa Depan Industri Otomotif di Indonesia?”
Diskusi tersebut mempertemukan pelaku industri otomotif, pengamat ekonomi, hingga media nasional untuk membahas dampak perubahan kebijakan fiskal kendaraan listrik terhadap keberlanjutan industri otomotif nasional.
Acara ini menghadirkan Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kementerian Perindustrian, Patia Jungjungan Monangdo, sebagai keynote speaker.
Sejumlah panelis turut hadir, di antaranya Rudy MF dari Dyandra Promosindo selaku penyelenggara IIMS 2026, Josua Pardede (Pengamat Ekonomi Senior Perbanas), Davy Tuilan (Deputy CEO of Sales & Network Development VinFast Indonesia), Constantinus Herlijoso (Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia), serta Rian Erlangga (Business Strategy Division Head Isuzu Indonesia).
ICMS menegaskan bahwa industri otomotif masih menjadi sektor strategis dalam perekonomian nasional.
Selain berkontribusi terhadap pertumbuhan manufaktur dan investasi, industri ini juga memiliki efek berganda terhadap sektor logistik, energi, pembiayaan, infrastruktur, hingga penciptaan lapangan kerja.
Tema dialog tahun ini dipilih seiring dinamika pasar otomotif sepanjang 2025.
Secara total, penjualan kendaraan bermotor nasional mengalami penurunan akibat tekanan daya beli dan kondisi ekonomi global.
Baca Juga: Toyota Berharap Insentif Tak Hanya untuk Mobil Listrik, Tapi Semua Powertrain