GridOto.com - Aspal jalan di Indonesia yang rusak biasanya diperbaiki dengan cara ditambal ulang.
Namun hasilnya rata-rata keriting, mengguncang badan pengendara kendaraan ketika melintasinya.
Praktisi konstruksi jalan dan jembatan, Riski Wahyudi, menjelaskan ada sejumlah faktor teknis hingga kebijakan pemeliharaan jalan yang menyebabkan hasil tambalan aspal kerap berbeda dari permukaan jalan sebelumnya.
Menurut dia, kegiatan penambalan aspal atau patching termasuk dalam kegiatan pemeliharaan rutin jalan (preservasi).
Artinya, pekerjaan ini tidak ditujukan untuk meningkatkan kualitas atau kenyamanan jalan secara keseluruhan.
"Kegiatan penambalan aspal merupakan kegiatan pemeliharaan rutin jalan (preservasi), di mana tidak menambah kemantapan jalan (tingkat kenyamanan jalan)," jelas Riski saat dihubungi, (27/1/26) menukil Kompas.com.
Namun demikian, lanjutnya, kegiatan penambalan jalan tidak boleh dilakukan asal-asalan, namun seharusnya mengacu pada standar baku dalam konstruksi jalan, yakni International Roughness Index (IRI).
IRI adalah indikator tingkat kerataan permukaan jalan.