GridOto.com - Chery C5 hadir dengan lini baru berteknologi elektrifikasi hybrid yang disebut CSH (Chery Super Hybrid).
Hadirnya Chery C5 CSH melengkapi rangkaian lini model compact SUV yang dijual Chery dengan powertrain mesin bensin Chery C5 dan mobil listrik Chery E5.
Sebagaimana mobil hybrid pada umumnya tersemat baterai sebagai komponen utama penyimpan energi listrik untuk motor listrik.
Mesin bakar Chery C5 CSH sendiri menggunakan Miller Cycle 1.500 cc 4 silinder turbo, dipadukan dengan dua motor listrik DHT (Dedicated Hybrid Transmission) penggerak roda depan.
Baca Juga: Bakal Rilis Di IIMS 2026, Intip Spesifikasi Mobil Baru Chery C5 CSH
Dua motor listrik ini mendapat suplai tenaga dari baterai jenis LFP (Lithium-iron Phosphate) berkapasitas 1,83 kWh.
Tak perlu khawatir bagi pengguna Chery C5 CSH terhadap komponen baterai yang dibekali keamanan mumpuni.
Pertama dari konstruksi penempatan baterai itu sendiri.
"Baterai disematkan pada bagian sasis dengan struktur tiga lapisan armor yang menjaganya dari impact terhadap benturan," jelas Yusuf, Product Manager PT Chery Sales Indonesia (CSI).
"Jenis LFP ini juga tidak menghasilkan percikan sekalipun terkena damage seperti tusukan atau benturan," imbuhnya.
Baterai Chery C5 CSH juga sudah mendapat sertifikasi IP68 sebagai standar keamanan waterproof dan dustproof.
Baca Juga: iCar Akan Jadi Merek Sendiri, Bagaimana Nasib Chery J6 Di Indonesia?
Dalam kondisi terburuk, pada sistem manajemen baterai sudah dibekali keamanan cut-off dalam waktu singkat.
"Sewaktu terjadi kecelakaan, battery management system punya cut-off yang bisa langsung memutus arus listrik tegangan tinggi dari baterai," terang Yusuf.
Keamanan cut-off baterai diklaim yang paling cepat di kelasnya, yakni hanya 2 ms (milidetik).