Ia menambahkan, ekosistem manufaktur yang terbentuk tidak hanya berdampak pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga membuka peluang bagi pemasok bahan baku seperti karet alam dan kawat baja untuk ikut tumbuh bersama.
Adapun saat ini Sailun tengah mempersiapkan diri untuk mulai memasok ban OEM bagi sejumlah pabrikan.
Pada tahap awal, ban Sailun produksi dalam negeri akan digunakan oleh VinFast, disusul Chery.
Bukan cuma dua merek tersebut, Eko menilai kerja sama dengan brand China lain sangat terbuka.
Mengingat Sailun telah banyak dijadikan OEM oleh pabrikan China di negara asalnya.
Meski begitu, Eko menegaskan proses masuk ke rantai pasok OEM tidak bisa dilakukan secara instan.
Masing-masing pabrikan mobil memiliki standar ketat yang harus dipenuhi oleh setiap pemasok komponen.
“Kalau dengan pabrik mobil itu masuknya OEM dan tidak mudah, mereka ada prosedur-prosedurnya. Mulai dari masalah chemical aspect, production aspect, supply aspect semuanya harus komplit dulu,” pungkasnya.