GridOto.com - Pernikahan putri Kiai Merah atau Kiai Muhammad Eddy Suryanto di Purworejo, Jawa Tengah sensasional.
Karena Kiai Merah meminta mahar nikah ke menantunya sebuah truk tempur eks militer yang tergolong langka.
Pernikahan Muhammad Nadhif, putra dari Abdul Latif dan Asiyah dengan Maratus Sofiah, putri Kiai Merah dan almarhumah Dwi Siwi Yulianti itu dihadiri ratusan tamu dari berbagai daerah di Indonesia.
Mereka memadati rumah mempelai wanita untuk menghadiri pengajian akbar yang dirangkai dengan resepsi pernikahan putri Kiai Merah.
Seluruh rangkaian acara dikemas dalam nuansa religius melalui pengajian akbar.
Tak hanya kemeriahan acara, salah satu yang menyita perhatian publik adalah ketika sang mempelai pria memberikan mahar berupa sebuah truk tempur eks militer Hino - Toyota Chugata type 73 4x4 buatan tahun 1973
Yup, truk tersebut merupakan hasil kerjasama Hino dan Toyota.
Baca Juga: Toyota Alphard Dinas Wali Kota Ini Boleh Dipakai Nikahan, Berminat Silakan Hubungi Nomor Ini
Untuk mesin menggunakan Hino DQ100 4.3-liter diesel yang mengeluarkan tenaga 95 hp.
Sedangkan truk ini berbasis Toyota WB 500.
Melansir indotruker.blogspot, di Indonesia truck Hino Chugata type 73 ini kemungkinan besar pernah dipakai Penerbang TNI AD.
Kiai Merah menegaskan mahar truk tempur tersebut sama sekali tidak dimaksudkan untuk menonjolkan nilai materi.
Menurut dia, mahar itu memiliki makna simbolis yang jauh lebih mendalam, terutama sebagai bentuk penghargaan terhadap ilmu dan perjuangan.
"Ini sebenarnya bukan soal nilai kendaraannya. Saya bangga karena anak saya hafal Al-Qur’an 30 juz dan kitab Alfiyah. Menantu saya juga hafal Al-Qur’an. Mahar ini dibuat unik sebagai bukti cinta dan kesungguhan menantu saya kepada putri saya," ujar Kiai Merah dalam keterangan resminya, (26/1/26) melansir Kompas.com.
Ia menjelaskan, truk tempur tersebut memiliki nilai historis dan filosofis sebagai simbol perjuangan, ketangguhan, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan kehidupan rumah tangga.
Permintaan mahar tersebut juga disanggupi sang menantu dengan penuh keikhlasan.
Dalam pesan khususnya kepada kedua mempelai, Kiai Merah menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai ilmu dan adab yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren.
"Melangkah ke depan harus dengan kehati-hatian. Tetap berada di rel yang sudah diajarkan para guru, kiai, habaib, dan ulama. Jangan lelah berjuang, terus amar ma’ruf nahi mungkar," pesannya.