Respiro Ungkap Rahasia Material Jaketnya, Punya Keunggulan Ini

Wisnu Andebar - Kamis, 22 Januari 2026 | 11:05 WIB

Respiro menggunakan material khusus bernama Pirotex untuk produk jaketnya

GridOto.com - Respiro terus memperkuat posisinya sebagai salah satu brand apparel riding lokal yang konsisten mengedepankan kenyamanan dan keselamatan pengendara, terutama lewat pengembangan material yang digunakan pada produknya.

Brand asal Bandung yang berdiri sejak 2010 ini menilai kualitas bahan menjadi fondasi utama agar apparel riding benar-benar fungsional untuk kebutuhan pengendara Indonesia.

“Awalnya owner Respiro adalah seorang motorcycle enthusiast yang ahli di bidang fabrics and materials. Karena memiliki dua aspek tersebut, akhirnya owner kami memutuskan untuk membangun Respiro agar dapat membantu memenuhi kebutuhan para pemotor di Indonesia, baik dari sisi kenyamanan dan keselamatan,” ujar Creative and Growth Manager Respiro, Salman Kusuma, kepada GridOto.com, Senin (19/1/2026).

Keahlian di bidang material tersebut kemudian diwujudkan Respiro melalui penggunaan bahan khusus bernama Pirotex.

Material ini menjadi andalan utama Respiro karena mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan berkendara di kondisi iklim dan lalu lintas Tanah Air.

“Respiro menggunakan material khusus bernama Pirotex, yang membuat material jaket kami breathable, windproof, dan water repellent. Perbedaannya hanya di tingkatannya saja, tergantung jenis jaketnya,” jelas Salman.

Karakter material yang tetap ‘bernapas’ namun mampu menahan angin dan percikan air ini dinilai penting, terutama bagi pengendara harian yang banyak beraktivitas di dalam kota.

Sejak awal berdiri, Respiro memang menargetkan daily rider sebagai segmen utama.

“Pada awalnya, segmen pengendara yang menjadi fokus utama Respiro adalah daily rider, orang-orang yang setiap hari menggunakan motor untuk bekerja, sekolah, atau sekadar berkegiatan,” ungkap Salman.

Baca Juga: Lengkap dari Jaket hingga Balaclava, Harga Apparel Respiro Mulai Rp 70 Ribu

Seiring perkembangan pasar, Respiro kemudian memperluas penerapan materialnya ke berbagai kebutuhan berkendara lain.

Dalam lima tahun terakhir, lini produk jaket Respiro dibagi ke dalam empat kategori utama, mulai dari Essenzo untuk kebutuhan harian, Rovero untuk touring, Veloce untuk sport touring, hingga Adrenal yang ditujukan bagi adventure touring.

Meski berbeda segmen, pendekatan pengembangan material tetap menjadi benang merahnya.

Enggak hanya fokus pada kenyamanan, Respiro juga mulai menekankan aspek keselamatan sebagai bagian dari evolusi produknya.

“Untuk keselamatan, Respiro juga akan banyak mengeluarkan jaket berprotektor di tahun 2026 ini agar dapat menambah keamanan dari jaketnya,” kata Salman.

Tren ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran pengendara terhadap pentingnya proteksi, bahkan untuk penggunaan harian.

“Saat ini makin banyak orang yang aware bahwa protektor itu penting, bukan hanya untuk touring, tapi juga untuk daily commute,” tambahnya.

Saat ini, Respiro tidak hanya menjual jaket riding, tetapi juga berbagai produk pelengkap seperti jas hujan, tas, sarung tangan, balaclava, hingga aksesori kecil.

Rentang harga jaket Respiro berada di kisaran Rp 300 ribuan hingga Rp 1,5 jutaan, sementara produk pelengkap seperti gloves dan balaclava dibanderol mulai Rp 70 ribuan.

Strategi harga tersebut tetap dijaga agar kompetitif, salah satunya karena Respiro memiliki fasilitas produksi sendiri.

“Karena Respiro memiliki pabrik sendiri, kami bisa menekan cost pembuatan setiap produk yang kami buat,” jelas Salman.

Meski demikian, penentuan harga tetap berangkat dari konsep produk.

“Biasanya kami mulai dari product story, produknya dibuat untuk siapa, dipakai di mana, menggunakan motor apa, dan bagaimana medan yang dilewati,” tutupnya.

YANG LAINNYA