Seiring perkembangan pasar, Respiro kemudian memperluas penerapan materialnya ke berbagai kebutuhan berkendara lain.
Dalam lima tahun terakhir, lini produk jaket Respiro dibagi ke dalam empat kategori utama, mulai dari Essenzo untuk kebutuhan harian, Rovero untuk touring, Veloce untuk sport touring, hingga Adrenal yang ditujukan bagi adventure touring.
Meski berbeda segmen, pendekatan pengembangan material tetap menjadi benang merahnya.
Enggak hanya fokus pada kenyamanan, Respiro juga mulai menekankan aspek keselamatan sebagai bagian dari evolusi produknya.
“Untuk keselamatan, Respiro juga akan banyak mengeluarkan jaket berprotektor di tahun 2026 ini agar dapat menambah keamanan dari jaketnya,” kata Salman.
Tren ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran pengendara terhadap pentingnya proteksi, bahkan untuk penggunaan harian.
“Saat ini makin banyak orang yang aware bahwa protektor itu penting, bukan hanya untuk touring, tapi juga untuk daily commute,” tambahnya.
Saat ini, Respiro tidak hanya menjual jaket riding, tetapi juga berbagai produk pelengkap seperti jas hujan, tas, sarung tangan, balaclava, hingga aksesori kecil.
Rentang harga jaket Respiro berada di kisaran Rp 300 ribuan hingga Rp 1,5 jutaan, sementara produk pelengkap seperti gloves dan balaclava dibanderol mulai Rp 70 ribuan.
Strategi harga tersebut tetap dijaga agar kompetitif, salah satunya karena Respiro memiliki fasilitas produksi sendiri.
“Karena Respiro memiliki pabrik sendiri, kami bisa menekan cost pembuatan setiap produk yang kami buat,” jelas Salman.
Meski demikian, penentuan harga tetap berangkat dari konsep produk.
“Biasanya kami mulai dari product story, produknya dibuat untuk siapa, dipakai di mana, menggunakan motor apa, dan bagaimana medan yang dilewati,” tutupnya.