Selain STNK dan BPKB, Beli Mobil Hybrid Bekas Wajib Minta Dokumen Ini

Irsyaad W - Kamis, 15 Januari 2026 | 09:30 WIB

Toyota Alphard Hybrid CBU bekas yang ada di showroom Allison Automobile (Irsyaad W - )

"Misal level kesehatan baterainya tinggal 50 persen, dampaknya konsumsi BBM akan meningkat, karena mesin bakar lebih sering hidup untuk menyuplai tenaga atau daya listrik ke baterai," terang Jayan.

Riski Permana, Marketing Planning & Customer Relation Dept Head Nasmoco Group mengatakan calon pembeli mobil hybrid bekas bisa menanyakan dokumen hasil pemeriksaan kesehatan baterai HEV.

Seharusnya, setiap konsumen melakukan perawatan berkala di bengkel resmi akan mendapatkan laporan kesehatan baterai, berupa dokumen yang dicetak oleh alat ukur khusus.

"Setiap perawatan akan ketahuan tuh kesehatan baterai masih berapa persen, dan ada pernyataan apakah kondisinya masih layak pakai atau perlu diganti," terang Riski belum lama ini.

Dengan dokumen tersebut, maka calon pembeli akan mengetahui kondisi baterai pada mobil hybrid bekas yang akan dibeli.

Baca Juga: Sampai Dipatenkan, Inilah Teknologi yang Jadi Senjata Rahasia di Mobil Hybrid Toyota

Dok.OTOMOTIF
Mesin Toyota Camry Hybrid 2.5 2012

"Dokumen tersebut bisa menjadi penguat agar harga jual kembali unit tetap baik, dan memberikan rasa aman kepada calon pembeli," ucap Riski.

Selain itu, calon pembeli juga perlu memastikan apakah baterai masih ada garansi atau tidak. Pasalnya, tak semua mobil hybrid tetap mendapatkan garansi ketika dijual.

"Kalau di Toyota, garansi baterai mengikat pada unit kendaraan hingga tangan kedua, seperti di Veloz Hybrid, sehingga, garansi tak akan hangus meski unit dijual," beber Riski.