Banyak yang Percaya, Benarkah Isi BBM Malam Hari dapat Lebih Banyak?

Ferdian - Sabtu, 10 Januari 2026 | 15:00 WIB

Ilustrasi SPBU (Ferdian - )

Untuk bensin, nilainya berada di kisaran 0,00095 hingga 0,0011 per derajat Celsius, sedangkan solar sekitar 0,0007 hingga 0,0009 per derajat Celsius.

Ia menambahkan, sistem penjualan BBM di tingkat konsumen saat ini berbasis volume, bukan massa.

Karena itu, secara teoritis suhu memang bisa memengaruhi volume BBM yang diterima pembeli.

Pada rantai pasok hulu, volume BBM umumnya sudah dikoreksi pada suhu standar 15 derajat Celsius.

Namun, koreksi tersebut belum menjadi kewajiban di tingkat hilir atau konsumen.

Meski demikian, pengaruh suhu lingkungan terhadap BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) relatif kecil.

Leopold menjelaskan, tangki penyimpanan BBM dirancang dengan insulasi tertentu sehingga perubahan suhu tidak terlalu ekstrem.

Baca Juga: Bikin Boros BBM, Ini Kebiasaan Pemilik Mobil Saat Berkendara Harian

Sebagai ilustrasi, pengisian 40 liter bensin pada siang hari dengan suhu BBM sekitar dua hingga tiga derajat Celsius lebih tinggi dibanding malam hari hanya menghasilkan selisih volume kurang dari 0,1 liter.

“Untuk solar, selisihnya bahkan lebih kecil lagi,” ujarnya.

Dalam praktik berkendara, lanjut Leopold, perbedaan tersebut setara dengan jarak tempuh beberapa kilometer dan sangat dipengaruhi faktor lain, seperti gaya mengemudi, kondisi lalu lintas, tekanan ban, serta kondisi kendaraan.

Karena itu, ia menyarankan masyarakat tidak perlu mengatur waktu khusus hanya demi mendapatkan BBM “lebih banyak”.

“Kalau sengaja keluar malam hanya untuk mengisi bensin, bisa jadi BBM yang terpakai justru lebih banyak,” kata Leopold.

Ia menegaskan, meski secara fisika kandungan energi per liter BBM bisa sedikit berubah akibat suhu, perbedaan tersebut bersifat alami dan tidak merugikan konsumen secara nyata.