Nostalgia 3 Generasi Honda Blade di Indonesia, dari Lampu Bego hingga Mesin Injeksi

Dida Argadea - Rabu, 7 Januari 2026 | 16:30 WIB

Honda Blade generasi 1 (Dida Argadea - )

Pada generasi ini, posisi headlamp dipindahkan ke bagian batok setang dengan model dual headlamp yang lebih head to head dengan Jupiter Z.

Selain bodi yang jadi lebih kekar, perubahan paling signifikan ada pada sektor pengereman yang sudah mengadopsi cakram ganda atau double disc brake.

Mesinnya pun mendapat tambahan fitur HVIC (Honda Variable Ignition Control) yang diklaim mampu mengoptimalkan pengapian.

Soal tenaga, output powernya sendiri jadi sedikit lebih kecil dengan raihan angka 8,28 dk di 7.500 rpm, plus torsinya sebesar 8,13 Nm di 5.500 rpm.

Honda Blade generasi kedua ini cuma beredar selama tiga tahun, karena 2014 AHM kembali meng-upgrade Blade.

Blade Generasi Ketiga 2014-2020

astra-honda.com
Desain Honda Blade 125

Evolusi terakhir Honda Blade terjadi pada tahun 2014 dengan lahirnya Blade 125 FI.

Sesuai namanya, motor ini naik kelas dari 110 cc ke mesin 125 cm, dengan basis mesin nyomot kepunyaan Supra X 125.

Tentu saja pengabut bahan bakarnya juga sekalian di-upgrade jadi pakai injeksi.

Secara tampilan, desain Blade 125 ini mirip banget dengan generasi kedua, namun dengan kapasitas tangki bensin yang lebih besar, kini 4 liter.

Dengan kapasitas yang membengkak, maka output tenaganya pun melonjak jadi sebesar 9,96 dk pada 8.000 rpm, dengan torsi 9,3 Nm di 4.000 rpm.

Sayangnya, dengan segala upgrade-nya itu perjalanan Honda Blade ternyata harus terhenti.

Beralihnya tren konsumen ke motor matic mungkin jadi salah satu faktor yang membuat penjualannya semakin sepi.

Apalagi AHM sendiri masih punya Revo yang lebih murah, dan Supra X 125 FI dengan namanya yang lebih besar dari Blade.

Akhirnya sekitar awal 2020 AHM menyuntik mati Blade.

Sobat GridOto ada yang pernah pakai Honda Blade? Silahkan share pengalamannya.