GridOto.com - Keributan terjadi di Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur.
Yakni antara sekelompok sopir taksi dengan sopir mobil travel.
Dalam video yang beredar, sopir taksi melarang mobil travel menjemput penumpang di bandara Abdulrachman Saleh Malang yang diduga terjadi, (5/1/26).
Tampak dalam video berdurasi 48 detik itu, sekitar lima orang pria berseragam Taksi Garuda melarang pria yang diduga sopir travel masuk ke area Bandara Abdulrachman Saleh.
Kemudian, terlihat salah satu di antara keempat pria sopir taksi itu bersikukuh bahwa travel tidak boleh menjemput penumpang ke area Bandara Abdulrachman Saleh.
"Sampean dapat ijin dari mana? Travel itu (menjemput) paling dekat itu di Indomaret sana, atau Wendit," ucap salah satu sopir taksi dalam video tersebut.
Sementara sopir travel yang mengenakan pakaian serba hitam menolak larangan para sopir taksi itu.
Baca Juga: Pemerasan Carter Toyota Avanza Dari Bandara Soetta, Penumpang Ditodong Rp 780 Ribu di Tengah Jalan
Dia menyebut, sudah sering menjemput penumpang di kawasan Bandara Abdulrachman Saleh.
"Saya biasanya ya ke sini kok pak. Kalau taksi online mungkin memang tidak boleh, tapi saya travel lo pak,” ujar sopir travel.
"Online, travel semua podo (sama)," tukas sopir Taksi Garuda itu lagi.
Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh, Purwo Cahyo Widhiatmoko membenarkan peristiwa itu terjadi pada 5 Januari 2025.
Purwo menyebut pihaknya sudah rapat dengan Pusat Koperasi Angkatan Udara (Puskopau) Garuda selaku pengelola Taksi Garuda, dalam rangka merespons kejadian tersebut.
"Hasil rapat tadi, intinya pihak Puskopau Garuda sudah menegur yang bersangkutan, karena itu di luar kewenangannya sebagai sopir taksi," kata Purwo melalui sambungan telepon, (6/1/26) menukil Kompas.com.
Purwo lantas menjelaskan travel boleh menjemput penumpang ke area Bandara Abdulrachman Saleh.
Baca Juga: Dua Suzuki Ignis Kembar Siam di Bandara Juanda, Warna Bodi dan Pelat Nomor Sama Persis
Sedangkan angkutan yang tidak boleh adalah taksi online.
"Kalau taksi online hanya untuk nge-drop atau ngantar tidak apa-apa. Tapi tidak boleh menjemput penumpang. Sebab, di area Bandara sudah ada taksi bandara," ujarnya.
Untuk diketahui, Taksi Garuda merupakan satu-satunya angkutan yang memiliki izin resmi melayani angkutan baik ke luar maupun ke dalam area Bandara Abdulrachman Saleh.
Oleh karenanya, angkutan lain, khususnya taksi online dilarang mencari penumpang di kawasan Bandara Abdulrachman Saleh.
Namun, travel diizinkan melakukan penjemputan karena sudah melakukan janji dengan konsumennya.
"Kalau travel mau jemput penumpang yang sudah janjian, apalagi pariwisata, monggo. Yang dikhawatirkan driver online matikan aplikasinya, terus nyamar jadi travel, ngambil penumpang di dalam bandara, kan kasihan teman-teman sopir taksi Garuda yang di dalam," terang Purwo.
Untuk mengantisipasi adanya taksi online memasuki area Bandara Abdulrachman Saleh, dia menyebut telah membuat sosialiasi melalui banner besar yang ditempel di depan pintu gerbang masuk Bandara Abdulrachman Saleh.
"Tapi yang pasti berkaitan dengan kejadian ini, semuanya sudah selesai. Antara sopir taksi dan sopir travel sudah damai. Pihak koperasi juga sudah menegur sopir Taksi Garuda," tandasnya.