GridOto.com - Rumus untuk menghitung jarak aman berkendara bukan pakai satuan panjang, seperti meter atau kilometer.
Ternyata dalam defensive driving, untuk menentukan jarak aman berkendara menggunakan satuan waktu.
Contohnya jarak aman kondisi normal 3 detik, sedangkan saat hujan 5 detik.
Rupanya, metode ini lebih mudah dilakukan oleh seseorang saat mengemudi, dan hasilnya lebih akurat.
Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan dalam defensive driving untuk menentukan jarak aman, pakainya satuan detik.
"Yang dihitung jeda waktu dalam hitungan detik, karena kita bisa menghitung jarak saat di dalam kendaraan dalam kecepatan tertentu, pengemudi bisa menghitung 1 detik kendaraan bergerak sejauh berapa meter," terang Marcell, (30/12/25) menyitat Kompas.com.
Misalnya, dalam kecepatan 100 kilometer per jam, kurang lebih per detik mobil berjalan sejauh 28 meter.
Baca Juga: Pakai Jurus 3 Detik, Ini Tips Jaga Jarak Aman Mengemudi Mobil saat Hujan Deras
Sehingga bila jeda kita dengan kendaraan di depan 4 detik, tinggal dikalikan 28 x 4 yakni 112 meter, dan seterusnya.
Cara menghitungnya, pilih patokan tetap di jalan seperti tiang, marka, atau pohon.
Saat kendaraan di depan melewati patokan, mulai hitung waktunya berapa detik sampai kendaraan kita melewati patokan tersebut.
"Satuan detik lebih mudah dan akurat karena pengemudi bisa menghitungnya secara manual, sedangkan pakai satuan meter hanya kira-kira, sebatas pandangan mata, tidak pasti," papar Marcell.
Kesimpulannya, satuan jarak aman menggunakan detik berkaitan dengan waktu reaksi pengemudi. Karena waktu reaksi manusia dalam mengemudi terbatas.
Semakin pendek, semakin sulit untuk melakukan antisipasi, ketika terjadi manuver mendadak dari kendaraan di depan.
Jadi, penggunaan satuan detik dalam menentukan jarak aman dalam defensive driving, karena lebih relevan dan akurat dilakukan oleh pengemudi.