"Sehingga kecenderungan pemilihan jam, baik keberangkatan maupun kepulangan, akan menjadi dasar pengaturan operasional terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan serta jam-jam puncak," papar Dudy.
Lebih lanjut, survei menunjukkan pengguna motor diperkirakan mencapai 22 juta orang, dan 26,54 persen atau sekitar 5,84 juta orang akan bergerak di jalur arteri dan jalur utama.
Jalur yang diperkirakan padat tersebar di Jawa Timur, meliputi Mojokerto, Jombang, Madiun, Malang, dan Sidoarjo.
Berdasar peta pergerakan, sejumlah ruas arteri di wilayah tersebut berpotensi mengalami kepadatan panjang.
Aktivitas masyarakat lokal, akses antar-kabupaten, dan rute ke kawasan wisata memperbesar kemungkinan terjadinya antrean dan perlambatan laju kendaraan.
Untuk pengguna mobil, kecenderungan beralih ke jalan tol semakin dominan, di mana 53,79 persen atau sekitar 27,5 juta orang dari total pemudik 51,21 juta orang memilih melintasi ruas tol utama, terutama koridor Bandung–Cikampek–Bogor.
Baca Juga: Bukan Cuma Jalan Tol, Harga Tiket Kapal Penyeberangan Juga Ikut Diskon Selama Libur Akhir Tahun
Tol Jakarta–Cikampek diperkirakan dilalui oleh 5,32 juta orang, Tol MBZ Sheikh Mohammed Bin Zayed oleh 3,26 juta orang, dan akses menuju Karawang hingga Cikampek diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan secara signifikan.
Kepadatan juga mungkin meluas ke jalur menuju Bogor dan kawasan Puncak melalui ruas tol Jakarta-Bogor-Ciawi, yang diperkirakan dilalui oleh 5,15 juta orang, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan wisata.
Sementara pemudik yang menuju Semarang-Solo diprediksi mencapai 3,68 juta orang, Makassar (seksi IV) 1,89 juta orang, Tangerang-Merak 1,86 juta orang, dan Malang sebanyak 1,69 juta orang.
"Sehingga, baik jalur arteri maupun jalur tol, potensi kemacetan pada beberapa titik rawan perlu diantisipasi melalui rekayasa lalu lintas dan penambahan fasilitas layanan atau peristirahatan," jelasnya.
Kemenhub bersama kepolisian dan operator jalan tol menyiapkan pengaturan dinamis, termasuk pengelolaan rest area, penyesuaian arus, hingga manajemen waktu perjalanan pada jam-jam sibuk.