Tim Yamaha Mengungkap Penyebab Fabio Quartararo Keteteran di Musim MotoGP 2022

Fendi - Kamis, 3 November 2022 | 08:05 WIB

Menggunakan motor Yamaha tahun 2021, Fabio Quartarao sempat memimpin musim balap MotoGP 2022 (Fendi - )


GridOto.com – Penentuan gelar juara dunia MotoGP 2022 akan ditentukan di MotoGP Valencia 2022 akhir pekan ini. Tetapi kayaknya sangat sulit bagi Fabio Quartararo untuk mempertahankan gelarnya.

Datang ke putaran penutup di MotoGP Valencia 2022 ini, Fabio Quartararo yang berada di peringkat kedua, tertinggal 23 poin dari pemuncak klasemen Pecco Bagnaia.

Fabio Quartararo sempat berada di level yang hebat pada musim MotoGP 2022.

Pembalap yang memiliki sebutan El Diablo itu memimpin klasemen sejak awal musim, tetapi kehilangan kekuatan di paruh musim kedua.

Sehingga posisi puncaknya dengan cepat dikejar oleh Pecco Bagnaia dan diambil alih pada seri ke-18 di MotoGP Australia, 16 Oktober lalu.

Jadi, sangat sulit bagi El Diablo ini untuk meraih gelar juara dunia keduanya di MotoGP Valencia 2022, meskipun telah memberi tekanan kepada pembalap tim Ducati, Pecco Bagnaia.

Twitter/MotoGP
Naik podium di Malaysia, Pecco Bagnaia dan Fabio Quartararo bersaing untuk perebutan gelar hingga putaran penutup di MotoGP Malaysia 2022

Pembalap tim Yamaha itu pun butuh keajaiban.

Apalagi saat ini Quartararo memiliki kelemahan dengan gangguan fisik, setelah jatuh pada sesi FP4 MotoGP Malaysia, jari tengah tangan kirinya patah.

Baca Juga: Dua Tahun Enggak Balapan di Sini, Ini Alasan Marc Marquez Pede Abis di MotoGP Valencia 2022

Kelemahannya terletak pada mesin motor Yamaha M1 miliknya yang tidak setingkat dengan Ducati.

Bos tim Monster Energy Yamaha, Lin Jarvis mengungkap bahwa El Diablo balapan menggunakan mesin 2021.

“Pada awalnya kami memiliki masalah keandalan dengan unit yang seharusnya kami perkenalkan pada tahun 2022, dan yang kami kembangkan selama tahun 2021. Itu sebabnya kami tidak dapat melakukan homologasi,” buka Lin Jarvis, dikutip GridOto.com dari marca.com.

“Tidak ada gunanya menggunakan mesin yang lebih kuat jika itu tidak dapat diandalkan,” lanjutnya.

“Masalah pertama yang kami hadapi adalah harus memberi tahu Fabio, sebagai juara dunia,” ujarnya.

“Tahun ini dia membalap dengan level kekuatan yang sama seperti tahun 2021, dan dia jelas tidak menyukainya,” sebut Lin Jarvis.

“Fabio bisa saja lebih tangguh daripada kami, dan untuk itu kami berterima kasih padanya," aku managing director Yamaha Motor Racing ini.

Dengan kata lain, tim membenarkan Quartararo yang sering mengeluh.

Jadi, mesin 2022 Yamaha tidak pernah memulai debutnya dan El Diablo berpacu dalam kondisi yang lebih lambat, meskipun telah berhasil memimpin sebagian besar musim  MotoGP 2022.