Sah, FIA Umumkan Tim Red Bull Melanggar Batas Anggaran (Budget Cap) Tahun 2021

Fendi - Selasa, 11 Oktober 2022 | 21:15 WIB

Tim Red Bull saat merayakan kemenangan Max Verstappen di F1 Abu Dhabi 2021 dan menjadi juara dunia F1 2021 (Fendi - )


GridOto.com – Sehari setelah Max Verstappen juara F1 Jepang 2022 sekaligus mengamankan gelar juara dunia F1 2022, FIA mengumumkan tim Red Bull melanggar batas anggaran atau budget cap untuk tahun lalu.

Pada GP F1 Singapura dua pekan lalu, muncul kabar spekulasi bahwa tim Red Bull melanggar batas anggaran pada musim 2021.

Hasil audit anggaran seluruh tim pun diumumkan pada hari Senin (10/10) oleh FIA, ada tiga tim yang dinyatakan resmi melanggar batas anggaran tersebut.

Yaitu tim Red Bull, Aston martin dan Williams.

Tim Red Bull yang menjadi sorotan karena mereka tahun lalu meraih gelar juara dunia F1 lewat Max Verstappen dan ini yang dipermasalahkan oleh bos tim Mercedes, Toto Wolff di F1 Singapura 2022 lalu.

Dalam sebuah pernyataan FIA disebutkan pelanggaran yang dilakukan tim Williams mengacu pada keterlambatan pengiriman file tahun lalu, yang membuat tim didenda.

Tim Aston Martin dianggap melanggar aturan prosedural seperti Williams.

Tetapi tim Red Bull disebut telah melakukan pelanggaran tidak hanya prosedural tetapi juga “minor” alias hanya kelebihan anggaran sedikit.

Sebuah pernyataan FIA menyebutkan: “FIA Cost Cap Administration (Administrasi Batas Biaya FIA) saat ini sedang menentukan tindakan yang tepat untuk diambil berdasarkan peraturan keuangan sehubungan dengan Aston Martin dan Red Bull, dan informasi lebih lanjut akan dikomunikasikan sesuai dengan peraturan.”

Baca Juga: Ada Dugaan Pelanggaran Aturan Batasan Anggaran, Lewis Hamilton Curiga Soal Upgrade Nonstop Red Bull

Dikutip GridOto.com dari gpfans.com, bos tim Red Bull, Christian Horner, telah menyatakan sepanjang pengajuan timnya ke FIA berada di bawah batas 145 juta dolar Amerika Serikat yang ditetapkan untuk musim lalu.

Jumlah itu setara dengan Rp 2,2 triliun lebih dengan kurs 1 dolar AS = Rp 15.365,15 pada Selasa, 11 Oktober 2022.

Namun FIA kini secara resmi menyatakan tim Red Bull melanggar batas tersebut, meski belum mengatakan berapa banyak.

Diperkirakan pelanggaran kecil itu - kurang dari lima persen dari batas (hingga maksimum Rp 115 miliar lebih) – jadi tidak lebih dari 2 juta dolar AS atau Rp 30,7 miliar.