Menjajal Keistimewaan KLX 230 Series, Varian Motor Sport Baru dari Kawasaki  

Fathia Yasmine - Senin, 19 September 2022 | 16:12 WIB

KLX230 S dan KLX230 SM (Fathia Yasmine - )

GridOto.com – Bagi pecinta roda dua yang gemar berpetualang dan memacu adrenalin, memiliki motor trail menjadi pilihan yang tepat. Tak hanya dibekali desain yang kuat dan gagah, motor jenis juga punya dan performa yang gahar untuk melibas berbagai medan. 

Saat ini, ada banyak pilihan motor trail dengan spesifikasi mumpuni. Namun, jika Sobat GridOto membutuhkan motor trail yang bisa digunakan untuk segala keperluan, Kawasaki KLX 230 Series bisa jadi pilihan.

KLX 230 series sendiri terbagi menjadi empat varian, yakni KLX230 S, KLX230 Special Edition (SE), KLX230 SM, dan KLX 230 SM SE. Tak hanya membawa berbagai ubahan dari segi spesifikasi, keempat motor juga menawarkan kenyamanan berkendara yang mumpuni. Berikut detailnya.

KLX230 S dan KLX230 SE

DOK. Kawasaki
KLX230 S dan KLX230 SE

Pencinta motor trail tentu sudah tidak asing dengan varian KLX230. Varian tertua dari seri ini hadir pertama kali di Indonesia pada 2019. Setelah tiga tahun seri tersebut beredar di pasaran, Kawasaki kini meluncurkan model teranyar yang ditawarkan dalam dua pilihan tipe, yaitu S dan SE.

Keduanya  punya banyak kesamaan maupun perbedaan. Kesamaan pertama terlihat dari bagian headlamp, keduanya sama-sama menggunakan light emitting diode (LED) sebagai penerangan utama. Perubahan lampu ini membuat pengendara dapat melihat obyek jarak jauh dengan jelas.

Kesamaan lainnya adalah KLX 230 S dan KLX230 SE masih mengusung mesin yang sama, yakni berkapasitas 233 cc. Mesin ini memiliki konfigurasi silinder tunggal, SOHC, empat langkah, dua katup, dan berpendingin udara.

Untuk penggunaan di medan ekstrem, keduanya mampu menerjang berbagai medan tanpa kendala. Adapun tenaga yang bisa dicapai keduanya berada di angka 19 pferdestarke (PS) pada 7.600 rotation per minute (rpm). Sedangkan untuk torsi puncaknya mencapai 19,8 newton meter (Nm) yang diraih pada 6.100 rpm.

Baca Juga: Jangan Sampai Patah, Ini Alasan Panel Serat Karbon Sulit Direparasi