Kalah Rebutan Kursi Tim Pabrikan Ducati di MotoGP 2023, Jorge Martin Ngaku Sakit Hati

Rezki Alif Pambudi - Jumat, 2 September 2022 | 16:31 WIB

Jorge Martin kalah rebutan kursi tim pabrikan Ducati dari Enea Bastianini untuk MotoGP 2023 (Rezki Alif Pambudi - )

GridOto.com - Jorge Martin harus berbesar hati kalah dari Enea Bastianini dalam pertarungan untuk kursi tim pabrikan Ducati untuk MotoGP 2023.

Ducati lebih memilih Enea Bastianini yang berhasil memenangkan tiga balapan di MotoGP 2022 sejauh ini, mengesampingkan Jorge Martin yang penampilannya tahun lalu sangat bagus meski berstatus rookie.

Meski akan mendapat motor, dukungan teknis, hingga gaji yang sama dengan Enea Bastianini di MotoGP 2023 mendatang, Jorge Martin tetap saja tak bisa menahan kekecewaannya dalam perebutan kursi tim pabrikan Ducati ini.

Pada konferensi pers jelang MotoGP San Marino 2022, Martin blak-blakan mengungkap rasa kecewanya yang amat besar.

"Awalnya aku merasakan kepercayaan besar Ducati kepadaku. Tapi di satu titik aku juga kesakitan, aku mengalami beberapa masalah, mereka mulai kehilangan kepercayaan itu," ungkap Martin dilansir GridOto.com dari Tuttomotoriweb.

Martin mengaku sempat mencoba berdiskusi dengan pabrikan rival untuk mencari solusi cadangan.

"Aku sempat berbicara dengan beberapa tim pabrikan, aku berpikir untuk pindah, tapi kupikir aku punya banyak hal untuk dibuktikan di Pramac Ducati," jelasnya.

"Jadi aku senang bertahan di tim ini semusim lagi, kemudian kita akan lihat nanti," jelas pembalap asal Madrid, Spanyol ini.

Juara Moto3 2018 ini juga mengungkapkan ada tekanan besar yang didapatkannya, khususnya dari media.

Baca Juga: Hasil FP1 MotoGP San Marino 2022 - Fabio Quartararo Langsung Tancap Gas, Unggul Cukup Lebar dari Ducati dan Aprilia

Tekanan dari media membuat Martin tak bisa tampil maksimal karena pikirannya selalu ke sana.

"Duel yang dibuat media antara aku dan Bastianini tak bagus buat kami. Aku cukup menderita, jadi sulit memberikan 100% buat para pembalap, tapi aku tahu seperti itulah dunia olahraga bekerja," jelasnya.

"Aku agak kecewa dengan keputusan Ducati. Bastianini pantas mendapatkannya, dia menang tiga balapan dan itu luar biasa. Itu keputusan sulit, aku melakukan yang terbaik seperti permintaan Ducati. Tapi aku punya kontrak bagus, kuharap bisa mencetak sejarah dengan Pramac, menang gelar di 2023," tegasnya.