Biar Gak Garuk-garuk Kepala, Simak Istilah 'Ajaib' di Jual Beli Mobil Bekas, Dari Naik Dempul sampai Surat Sebelah

Harun Rasyid - Rabu, 4 Mei 2022 | 20:30 WIB

Showroom mobil bekas Merdeka Motor di Depok yang menjual unit lawas (Harun Rasyid - )

GridOto.com -  Bagi sobat yang sedang berburu mobil bekas, ternyata ada beberapa istilah 'ajaib' yang kadang bisa membuat bingung lho.

Umumnya mobil bekas yang dijual secara online disertai berbagai keterangan semisal harga, alamat penjual, nomor penjual, hingga deskripsi soal kondisi kendaraan yang tercantum di website ataupun media sosial.

Nah, istilah 'ajaib' soal mobil bekas ini biasanya seputar kondisi fisik hingga dokumen kepemilikan kendaraan yang diniagakan oleh si penjual.

Agar kalian paham yuk simak artikel ini sampai habis sob.

1. Surat Sebelah

Hendrik Suntara, Marketing dari showroom mobil bekas Merdeka Motor di Depok mengatakan, surat sebelah lumayan sering tercantum atau diucapkan penjual ketika transaksi.

Ntmcpolri.info
Ilustrasi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).


Arti Surat sebelah mengacu dari kelengkapan dokumen kendaraan yang dijual.

"Surat sebelah maksudnya surat-surat kepemilikan kendaraan seperti BPKB dan STNK yang seharusnya lengkap ini tidak kumplit," ujarnya kepada GridOto.com beberapa waktu lalu.

Jadi bisa disimpulkan, surat sebelah berarti dokumen kendaraan hanya ada satu di antara BPKB dan STNK saja, misalnya hanya ada BPKB saja atau STNK-nya.

Namun sebaiknya saat membeli kendaraan bekas, usahakan cari yang dokumennya lengkap sob.

Baca Juga: Harga Mobil Bekas Daihatsu Terios 2016-2017 Pajak Hidup, Harganya Mulai Rp 100 Jutaan

2. Nosin Norang Akur

Harun/GridOto.com
Ilustrasi nomor rangka dan nomor mesin di STNK


Hendrik mengatakan, nosin merupakan singkatan dari nomor mesin sementara norang berarti nomor rangka.

"Maksudnya nosin norang akur yaitu nomor mesin dan rangka yang tercantum di STNK, BPKB dan di kendaraan itu semuanya sesuai. Jadi kalau mau beli mobil atau kendaraan lain, ini harus dipastikan semuanya akur agar saat bayar pajak kendaraan tidak terjadi bermasalah," sebutnya.

3. Naik Dempul

Istilah ini mengacu tentang kondisi bodi mobil yang artinya ketebalan dempul sudah menutupi bagian hingga lekukan bodi yang khas di suatu mobil.

Abdul Aziz Masindo/Otoseken.id
Ilustrasi dempulan di bodi mobil


Menurut Hendrik, bodi kendaraan yang didempul tebal ini dialami mobil bekas yang pernah rusak, bolong karena karat, atau tabrakan sehingga bodinya harus direkondisi.

"Naik dempul itu, dempulnya sudah tebal sampai menutupi nat atau lekukan di bodi mobil. Jadi kalau sudah begini, mobil sudah tidak enak dilihat karena keasliannya jadi seperti hilang," katanya.

4. Bodi Ngaleng

Bodi ngaleng kata Hendrik, merupakan istilah untuk bodi mobil bekas yang kondisinya masih sangat baik dan terjaga keasliannya.

"Ciri bodi ngaleng di mobil bekas itu saat diketuk suaranya masih kayak besi yang padat. Ini karena bodi belum pernah didempul akibat tabrakan atau kondisi bodi kurang terawat karena termakan usia," jelasnya.

Suzuki
Ilustrasi bodi mobil bekas terawat, belum pernah didempul ulang atau masih ngaleng


Pria ramah tersebut bilang, ciri bodi mobil bekas sudah tidak ngaleng bisa ketahuan dari bunyinya ketika diketuk dengan tangan.

"Jika bodi sudah kena banyak dempul, suaranya saat diketuk tidak akan nyaring seperti besi, tapi mirip-mirip bodi plastik suaranya. Jadi kalau cari mobil bekas apalagi yang tua dan klasik, usahakan bodinya masih ngaleng," sambung Hendrik.

Baca Juga: Terjun Bebas Lagi Harga Mobil Bekas Sampai Rp 50 Juta, Ada Avanza Pula, Berikut Daftarnya

Selain empat istilah di atas, kira-kira pernah dengar istilah unik apa lagi sob dalam jual beli mobil bekas?