Rebut Podium di MotoGP San Marino 2021, Ternyata Enea Bastianini Pernah Bikin Valentino Rossi Gigit Jari

Rezki Alif - Minggu, 19 September 2021 | 20:45 WIB

Enea Bastianini meraih podium 3 MotoGP San Marino 2021 (Rezki Alif - )

GridOto.com - Pembalap tim Avintia Esponsorama, Enea Bastianini, berhasil mencuri perhatian dengan raihan podium 3 pada balapan MotoGP San Marino 2021.

Start dari posisi 12, Enea Bastianini menunjukkan ritme bagus sejak awal lalu tampil sangat cepat dalam beberapa lap terakhir.

Uniknya, Bastianini berhasil meraih podium dengan motor Desmosedici GP19 yang 2 tahun lebih tua dari yang dipakai pembalap tim pabrikan dan tim Pramac.

Juara Moto2 2020 ini juga berstatus rookie tahun ini, dan raihan ini tentu sangat spesial baginya karena banyak orang terdekat yang menonton langsung di Misano.

Apalagi buat tim Avintia, podium ini sangat luar biasa mengingat tim ini hampir selalu berada di papan bawah dalam beberapa tahun terakhir.

Ngomongin soal Bastianini, sang pembalap pernah punya kisah menarik beberapa tahun silam.

Enea Bastianini pernah bikin Valentino Rossi gigit jari karena penolakannya.

Beberapa tahun silam, Enea Bastianini adalah salah satu pembalap junior Italia yang berprestasi dan punya prospek cerah di masa depan.

Baca Juga: Hasil Balap MotoGP San Marino 2021 - Francesco Bagnaia Menang Lagi, Enea Bastianini Tampil Mengerikan

Bakatnya menarik perhatian Valentino Rossi dan manajemen VR46 Riders Academy.

Rossi ingin menarik Bastianini menjadi salah satu member VR46 Riders Academy yang kala itu masih dirintis.

Sayangnya, Bastianini tidak mau bergabung dengan Rossi meski banyak teman-temannya di kelas junior yang mau bergabung.

Bastianini punya alasan sendiri kenapa menolak ajakan seorang The Doctor.

"Aku mempunyai hubungan yang sangat baik dengan Andrea Migno, Niccolo Antonelli, Stefano Manzi, dan Francesco Bagnaia, yang mana mereka semua adalah pembalap akademi VR46," kata Bastianini beberapa tahun silam dilansir GridOto.com dari GPOne.

"Menurutku, akademi balap adalah sekolah yang sangat baik, tapi aku merasa bahwa dengan sendiri aku bisa mencari jalan yang aku mau. Jadi kuputuskan pakai caraku sendiri," jelas Bastianini.

Akhirnya Bastianini saat itu lebih memilih ikut manajemen Carlo Pernat, yang juga merupakan manajer Rossi saat meniti awal karir balapnya dulu.