Skema Pajak Berbasis Emisi Bisa Bikin Harga Sedan Turun? Begini Kata Honda dan Toyota

Muhammad Rizqi Pradana - Selasa, 14 September 2021 | 20:15 WIB

Ilustrasi New Honda City. (Muhammad Rizqi Pradana - )

GridOto.com - Pemberlakuan skema Pajak Pembelian Barang Mewah (PPnBM) berbasis emisi pada 16 Oktober 2021, diharapkan mengawali era kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Karena seperti namanya, skema PPnBM berbasis emisi yang tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 tersebut menitikberatkan pada emisi dan konsumsi bahan bakar sebuah mobil.

Jauh dari skema PPnBM sebelumnya yang didasarkan pada tipe bodi, kubikasi mesin dan sistem penggerak.

Tapi tidak hanya mengubah paradigma, skema PPnBM berbasis emisi juga bisa 'mengacak-acak' harga mobil baru di Indonesia.

Yusak Billy, selaku Business Innovation & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan, pajak merupakan salah satu unsur dalam pembuatan harga.

"Tentunya bila terjadi perubahan pada pajak maka akan mempengaruhi harga jual, dan ini berlaku untuk semua mobil yang dipasarkan di Indonesia," ujar pria yang akrab disapa Billy tersebut kepada GridOto.com, Selasa (14/9/2021).

"Karena mereka mengikuti aturan perpajakan yang berlaku saat itu," imbuhnya.

Salah satu jenis mobil yang harga jualnya bisa sangat terpengaruh oleh skema PPnBM berbasis emisi adalah sedan.

Baca Juga: Harga Mobil Baru Bisa Naik dan Turun, Ini Perbandingan Skema Pajak Baru yang Berlaku 16 Oktober Nanti dengan yang Lama

Baca Juga: Aturan PP No. 74/2021 : Mobil Listrik Istimewa, Hybrid dan Mesin bakar Kena Tarif Pajak Lebih Tinggi

Apabila pada skema PPnBM sebelumnya sedan dibebankan pajak mulai 30 persen, jenis mobil tersebut kini bisa mendapatkan tarif yang lebih rendah bahkan hingga 15 persen.

Selama memiliki mesin berkubikasi kurang dari 3.000 cc yang menghasilkan emisi CO2 kurang dari 150 gram per Km dengan konsumsi BBM lebih dari 15,5 Km/l untuk mesin bensin.

Atau menghasilkan emisi CO2 kurang dari 150 gram per Km dengan konsumsi BBM lebih dari 17,5 Km/l untuk mesin diesesl dengan kubikasi yang sama.

Anton Jimmi Suwandy selaku Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) tidak menampik bahwa perubahan tersebut bisa terjadi.

Namun, ia belum bisa memberikan gambaran pasti mengenai perubahan harga yang disebabkan oleh skema PPnBM berbasis emisi ini.

toyota.astra.co.id
Toyota New Vios

"Mungkin nanti, karena kami pun masih tahap persiapan," ujar Anton saat dihubungi GridOto.com pada Selasa, (14/9/2021).

Pun halnya dengan Billy, yang mengatakan bahwa pihaknya masih dalam proses pengujian emisi di badan yang tersertifikasi.

"Saat ini kami masih dalam tahap pengujian, maka besaran pajaknya belum dapat ditetapkan karena harus menunggu hasil pengujiannya," jawab pria yang hobi olahraga tennis itu.

Namun, ia percaya diri bahwa hasil produk-produk dari pabrikan yang bermarkas besar di kota Minato, Jepang itu bisa mendapatkan hasil uji emisi yang baik.

"Karena mesin mobil Honda dirancang dengan karakter bertenaga, hemat bahan bakar, sekaligus menghasilkan emisi bersih dengan standar EURO 4," tutupnya.