Bukan Kebanyakan Mikir, Ban Belakang Motor Lebih Cepat Botak Ternyata Karena Faktor Ini

Wisnu Andebar - Rabu, 8 September 2021 | 15:00 WIB

Ilustrasi ban belakang motor botak (Wisnu Andebar - )

GridOto.com - Seiring pemakaian, ban motor akan habis dan harus segera diganti jika sudah menyentuh Tread Wear Indicator (TWI), yang merupakan indikator untuk mengukur tingkat kebotakan ban.

Namun biasanya yang diganti ban belakang duluan karena lebih cepat habis jika dibandingkan ban depan.

Ternyata ban belakang yang lebih cepat aus ini bukan tanpa sebab dan dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Jimmy Handoyo, Tech. Service Dept. Head PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI) selaku produsen ban FDR mengatakan, ban belakang lebih cepat habis karena beban kerjanya lebih besar dibanding ban depan.

"Seperti traksi motor yang bertumpu pada roda belakang dan pengereman belakang yang mengakibatkan ban menahan momentum gerak motor," kata Jimmy kepada GridOto.com, Rabu (8/9/2021).

Tidak hanya itu, menurutnya panas dari mesin dan knalpot juga menjadi salah satu faktor karena menyebabkan ban jadi lebih cepat memuai.

Hal yang sama juga diungkapkan Dodiyanto, Senior Brand Executive & Product Development PT Gajah Tunggal Tbk, produsen IRC Tire.

"Beban yang bertumpu di ban belakang menyebabkan lebih cepat aus dibandingkan ban depan," ucapnya.

Baca Juga: Terungkap, Ini Alasan Ban Depan Motor Ukurannya Lebih Kecil Dibanding Belakang

Baca Juga: Sama-sama Soft Compound, Ban Motor Biasa dan Ban Balap Ternyata di Sini Bedanya

"Selain itu, saat bermanuver juga lebih dominan ban belakang," sambung Dodiyanto.

Dodiyanto menambahkan, intensitas pemakaian rem belakang yang dinilai lebih sering juga membuat ban belakang jadi cepat habis.